Minggu, 10 Agustus 2014




PERSIAPAN
SAKRAMEN KRISMA



BUKU PENDAMPING



I. Pengantar / Catatan untuk para pendamping

A. Pentingnya Sakramen Krisma:
·         Roh Kudus pegang peran sentral dalam penghayatan iman. Roh Kuduslah yang mengajarkan segala sesuatu dan mengingatkan semua yang telah dikatakan Kristus (Yoh,14:26)
·         Sakramen Krisma merupakan kepenuhan Inisiasi Kristen dalam kesatuan yang selalu harus dipertahankan dengan Sakramen Baptis dan Sakramen Ekaristi (KGK 1285)
·         Sakramen Krisma membuahkan pertumbuhan dan pendalaman rahmat Pembaptisan dan Ekaristi antara lain (KGK 1303)
a.      Menyatukan lebih teguh dengan Kristus
b.      Memperkaya dengan karunia-karunia dan kekuatan / kuasa Roh kudus;
c.      Mengikat lebih sempurna dengan Gereja
d.      Menjadikan lebih berani bersaksi.
·       Dengan Sakramen Krisma ini Gereja sungguh menjadi alat dan sarana Allah mencurahkan Roh Kudus dan karunia-karuniaNya kepada Jemaat.

B. Persiapan Krisma harus diupayakan sedemikian rupa sehingga memadai untuk ( KGK 1309):
1)  Menghantar para calon Krisma kepada:
a)   Kesatuan yang lebih erat dengan Kristus
b)  Kemesraan yang lebih hidup dengan Roh Kudus
2)  Membimbing para calon Krisma untuk lebih mampu
a)   Merasakan kehadiran dan dorongan Roh kudus
b)  Menikmati karunia-karunia Roh Kudus
3)  Memperkaya para calon krisma dengan pengetahuan yang lebih jelas bagaiman seharusnya hidup sebagai anggota Gereja yang sesuai dengan kehendak Allah.
4)  Memproses hati para calon Krisma untuk merindukan kehadiran Roh Kudus dan karunia-karuniaNya.

C. Peran Pendamping:
1)  Para Pendampin berkewajiban mengemas dan menyelenggarakan pertemuan yang memungkinkan terjadinya proses pengembangan iman / kerohanian para calon Krisma. Ada tiga hal yang perlu diperhatikan ( ketiganya merupakan satu kesatuan), yang dapat membantu proses pengembangan iman yakni:
a)       Situasi pertemuan yang mendukung (kondusif), misalnya pengaturan tempat duduk, sikap dan perilaku selam pertemuan.
b)       Puji-pujian dan doa yang menyentuh hati para calon Krisma
c)       Pemahaman/pengetahuan yang tepat tentang kebenaran iman.
2)  Pada akhir pertemuan kelompok kecil di lingkungan, bersama dengan ketua team pendamping lingkungan melaporkan hasil pendampingan mereka dan menyerahkan jumlah peserta yang bisa dipertanggung jawabkan untuk menerima Sakramen Krisma.

D. Kewajiban para calon Krisma:
1)    Sanggup menjalani persiapan sepenuhnya. Bagi yang tidak sanggup sebaiknya ditunda untuk kesempatan berikutnya.
2)    Bersedia membaharui janji baptis, bukan hanya dengan kata tetapi dengan perbuatan nyata.
3)    Mau melibatkan diri dalam kegiatan jemaat di lingkungan / Stasi / Paroki, karena hanya dengan iklim kehidupan inilah para calon krisma memperoleh dukungan, dorongan dan bimbingan untuk menjadi warga jemaat Kristiani sejati.
4)    Menumbuhkembangkan komitmen kuat dan ikhlas untuk melibatkan diri secara aktif dalam setiap perayaan Ekaristi.
5)    Menumbuhkan kwerinduan batin untuk menerima Roh Kudus dan karunia-karuniaNya.

E. Arah / tujuan yang mau dicapai dalam kehidupan adalah agar para calon Krisma lebih menyadari :
1.   Kehadiran dan dorongan Roh Kudus dalam diriNya
2.   Karunia-karunia Roh Kudus, khususnya Sapta Karunia.
3.   Tanggung jawab sebagai warga dewasa Gereja.
4.   Kewajiban merasul / menjadi saksi Kristus di manapun berada.
5.   Perlunya mengikuti pembinaan berkelanjutan dalam penghayatan iman mereka, selama hayat dikandung badan.

F. Kiranya perlu juga diupayakan tersediannya puji-pujian dan doa-doa yang menyentuh hati serta alat peraga yang memadai.
G. Pola pendekatan:
Tidak harus terpaku pada satu pola pendekatan untuk seluruh pertemuan pendampingan. Pola disesuaikan dengan situasi konkrit para calon Krisma dan ketrampilan pemandu sendiri. Yang harus dipedomani adalah bahwa : pola pendekatan yang diterapkan, memungkinkan terjadinya proses penyadaran dan pengembangan iman  dalam suasana sukacita ( bukan berarti hura-hura ).

II.Pertemuan dan Materi pendampingan

A.        Pertemuan Awal: dilaksanakan bersama-sama di Gereja
Penyadaran pentingnya persiapan dan kewajiban peserta.

B.        Pertemuan kelompok kecil: di lingkungan  (7 kali pertemuan)
1.          Sakramen Baptis
2.          Sakramen Ekaristi
3.          Sakramen Krisma ( Insiasi III, lengkap)
4.          Gereja adalah kita         Hidup jemaat
5.          Gereja Diutus               Hidup memasyarakat
6.          Roh Kudus Jiwa Gereja
7.          Menerima karunia dan menghasilkan buah Roh


C.        Pertemuan Akhir ( Triduum): bersama-sama di Gereja
1. Hari pertama : Kristalisasi 7 Pertemuan di Lingkungan
2. Hari ke dua : Sakramen Tobat/Penyembuhan/Pengakuan dosa
3. Hari ke tiga : Menghayati upacara Krisma dan lambang-lambang, di puncaki dengan latihan upacara Krisma.

Daftar buku referensi:
1.   Alkitab Deuterokanonika
2.   Katekismus Gereja Katolik
3.   Kitab Hukum Kanonik
4.   Persiapan Sakramen Krisma
5.   Katekese untuk Calon Krisma




Pertemuan Awal
(Bersama di Gereja)

Persiapan : Absensi
                 Chek akhir kelengkapan administrasi

Pembukaan:
1        Puji-pujian:
Pertemuan dibuka dengan puji-pujian penyegaran iman untuk mengarahkan peserta memasuki suasana pertemuan.
Santo Paulus memotivasi kita dengan berkata: Hendaklah kamu penuh dengan Roh Kudus, dan berkatalah seorang kepada yang lain dengan mazmur, puji-pujian dan nyanyian rohani. Bernyanyilah dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati   ( Ef. 5: 18b-19 ).
Marilah kita sampaikan puji-pujian bagi Tuhan,

Kurasa bahagia

Hari ini kurasa bahagia berkumpul bersama saudara seiman.
Tuhan Yesus t’lah satukan kita tk membedakan diantara kita
Bergandengan tangan dalam kasih, dalam satu hati
Berjalan dalam terang kasih Tuhan.
Kau saudaraku, kau sahabatku,
Tiada yang dapat memisahkan kita....oooho
Kau saudaraku, kau sahabatku,
Tiada yang dapat memisahkan kita.

Tempat ini, gereja, adalah tempat kudus.
Di tempat kudus ini mari kita mohon agar Tuhan menguduskan hati kita, karena kita berkumpul untuk mrnyiapkan dan berbenah diri supaya layak menerima Roh  Kudus dalam sakramen Krisma.
Kita lambungkan pujian :

Kuduskan tempat dan hati ini

Kuduskan tempat ini, untuk kita berdoa
Kuduskan hati ini, untuk kita menyembah
Biar segala perkara kuserahkan padaMu Yesus
Biar Roh Kudus bekerja, membimbing kita semua
2. Tanda salib dan salam:
P : Dalam Nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus
U: Amin.
P: Ssemoga Allah Bapa berkenan mencurahkan Roh KudusNya ke dalam hati kita sekalian,
U: Sekarang dan selama-lamanya

3.     Kata pembukaan:
P: Para calon Krima terkasih,
     Puji dan syukurlayak kita panjatkan kehadirat Allah yang dalam kebaikan dan kemurahanNya berkenan memanggil ( Bapak ibu saudara ) untuk menerima karunia utama, yaitu Roh Kudus dan karunia-karunia Nya dalam sakramen Krisma.
     Oleh karena itu, marilah kita tanggapi kebaikan dan kemurahan Allah ini dengan keikhlasan yang mendalam dan hati yang penuh syukur. Mulai saat ini sampai terlaksananya penerimaan Sakramen Krisma nanti, kita memasuki masa yang penuh rahmat dan berkat.
     Baiklah kalau masa ini kita jalani dengan semakin mendekatkan diri kepada Allah, membersihkan dan membuka hati, agar benar-benar layak menerima karunia yang paling utama yaitu Roh Kudus dengan Sapta karuniaNya.

4.     Doa Pembuka :
Marilah berdoa :
Syukur kepadaMu Ya Bapa, Engkau berkenan memanggil kami untuk menerima karuniaMu yang utama yaitu Roh Kudus, yang akan mengajari kami segala sesuatu yang layak kami lakukan sebagai sebagai orang beriman, dan membantu kami untuk dapat memahami firman yang Kau samapikan melalui dan dalam Yesus Kristus Tuhan kami.
Bantulah kami, agar selama persiapan krisma ini kami semakin mampu lebih mendekatkan diri kepadaMu. Bukalah hati kami dan tumbuhkanlah kerinduan suci di dalamnya. Kami percaya akan sabda PutraMu : “Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepadaKu dan minum. Barangsiapa percaya kepadaKu, seperti yang dikatakan Kitab Suci : dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup.”,
Kami haus meminum air kehidupan yang dicurahkan Bapa dalam Roh Kudus. Biarlah KuasaNya mengalir ke dalam hati kami, dan karunia-Nya menghidupkan iman kami, sehingga kasihMu semakin menyala dan berkobar menerangi jalan hidup kami, kini dan sepanjang masa. (Amin)

5.     Firman :
        a. Pujian Penghantar bacaan : Bersabdalah  Tuhan .PS 373
        b. Bacaan Injil Yohanes 7 : 37 – 39. Air Sumber Hidup

37. Pada hari terakhir , yaitu pada puncak perayaan itu, Yesus berdiri dan berseru : “Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepadaKu dan minum.
38. Barangsiapa percaya kepadaKu, seperti yang dikatakan Kitab Suci : dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup.”
39. Yang dimaksudkan ialah Roh Kudus yang akan diterima oleh mereka yang percaya kepadaNya, sebab Roh itu belum datang karena Yesus belum dipermulaikan.

6.     Pengarahan :
Sabda Yesus adalah pedoman pokok yang senantiasa harus pegangdan kita jadikan landasan tiap langkah sepanjang hidup kita.
·       Mulai sat ini kalian memasuki masa persiapan untuk menerima sakramen krisma, sakramen yang menjadi tanda nyata bahwa Roh Kudus dan karunia-karuniaNya secara istimewa dicurahkan ke dalam hati kalian.
·       Dengan tegas dan jelas Yesus berkata : Barangsiapa percaya kepadaKu, seperti yang dikatakan Kitab Suci : dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup, yaitu Roh Kudus yang akan diterima oleh mereka yang percaya kepadaNya.
·       Apa yang dikatakan Yesus pasti menjadi kenyataan bagi kalian ketika kalian menerima sakramen krisma. Tentu saja kalau kalian benar-benar haus, merasa butuh dan dengan ikhlas datang serta membuka hati  untuk menerimaNya.
·       Oleh karena itu persiapan ini harus kita jalani dengan sungguh-sungguh. : (→ Pemandu mejelaskan hal-hal pokok yang ada dalam Pengantar, terutama makna krisma dan kewajiban para calon krisma)

7.     Penutup :
Pertemuan ditutup dengan doa spontan, mohon berkat dan pujian penutup.
Marilah berdoa :
Bapa yang maha baik, kembali kami panjatkan puji dan syukur kepadaMu. Engkau berkenan mengumpulkan, membimbing, mengarahkan dan menyadarkan kami begitu besar peran Roh Kudus dalam penghayatan iman kami.
Kau sadarkan pula kami untuk mempersiapkan hati, pikiran dan kerinduan akan kehadiran RohMu yang akan mengajarkan kami segala hal yang semestinya kami laksanakan sebagai orang beriman. Roh KudusMu pula yang akan membantu kami untuk mengerti kebenaran-kebenaran ajaran PuteraMu terkasih Tuhan kami Yesus Kristus. Dengarlah doa-doa ungkapan hati kami ini :

Ya Bapa pencipta alam semesta, pada awal mula RohMu melayang-layang di atas permukaan air, dan dengan kuasa firmanMu Kau ciptakan alam raya dan segala isinya (Kej 1:1-2). Ciptakanlah dalam diri kami hati yang baru, hati yang penuh kelembutan dan ketaatan kepadaMu. Marilah kita mohon ...

Ya Yesus Juru Selamat kami, Engkau bersabda : “kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksiKu di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung Bumi (Kis 1:8). Kami rindu menerima Roh yang penuh kuasa dan karunia itu. Bantulah kami untuk menyiapkan diri sebaik-baiknya agar layak menerima curahan Roh yang penuh kuasa itu. Marilah kitamohon ...

Ya Roh yang maha kudus, Engkau Roh Bapa dan Putera, Roh Kasih, Roh pemersatu abadi : datanglah ke dalam hati kami, sucikanlah hati ini, sehingga seluruh hidup kami layak menjadi bait kudus-Mu.

Marilah kita mohon ... (dilanjutkan dengan doa spontan)
Marilah kitasatukan semua doa kita dengan doa yang diajarkan Yesus :
Bapa kami ... Salam Maria ... (3x) ... Kemulian ...

8.     Mohon berkat :

9.     Pujian Penutup : Kudapatkan di hatiku ... PS 697








Pertemuan kelompok kecil di masing-masing lingkungan

Pertemuan Pertama :
SAKRAMEN BAPTIS

Tujuan : menyadari kemurahan Allah yang dalam kasih-Nya telah berkenan melantik umatnya menjadi anak Allah, menjadi anggota persekutuan para kudus dan menjadi ahli waris kerajaan sorga.

Gagasan dasar :

A. KGK 1213
Pembaptisan suci adalah dasar seluruh kehidupan kristen, pintu masuk menuju kehidupan dalam Roh dan menerima sakramen-sakramen yang lain. Oleh pembaptisan kita dibebaskan dari dosa dan dilahirkan kembali sebagai putera-puteri Allah, menjadi anggota Tubuh Kristus, dimasukkan dalam gereja dan ikut serta dalam tugas perutusan Kristus.

B. Sakramen baptis dalam kesatuan dengan Ekaristi dan Krisma merupakan sakramen inisiasi kristen, yaitu upacara pelantikan resmi menjadi pengikut Kristus, warga gereja dan ahli waris kerajaan sorga.

C. Kata kunci / hal mendasar dalam pembaptisan adalah : “Memberi diri untuk ditenggelamkan dalam kehidupan Allah Tritunggal”, sehingga mengalirlah kedalam dirinya kehidupan adi kodrati, rahmat pengudus dan menjadi anak Allah serta ahli waris sorga. Memberi diri adalah keputusan pribadi dengan tanggung jawab pribadi pula.
Dalam baptisan bayi, keputusan dan tanggung jawab itu ada di tangan kedua orang tua, tetapi dengan menerima sakramen krisma orang beriman dilantik secara penuh, diterima dan di akui sebagai warga gereja dewasa dan bertanggung jawab dan konsekuen terhadap janji baptisnya.

Pola pendampingan :
Bertitik tolak dari pendalam peristiwa / pengalaman hidup calon krisma dibimbing mencari terang firman Allah guna membentuk perilaku yang benar sebagai pengikut kristus yang telah menerima pembaptisan.

Langkah-langkah / jalannya pertemuan :

1. Pujian-pujian awal :
Didahului beberapa pujian penyegaran iman , kemudian dengan khidmat bersama melantunkan pujian :
Masuklah Rumah Allah ; PS 585.

2. Tanda salib dan salam

3. Pengantar :
Para calon krisma terkasih :
Kita telah menerima sakramen baptis dan mengucapkan janji baptis. Kalian yang dibaptis masih bayi ungkapan janji baptis diwakili kedua orangtuamu. Tetapi dengan menerima sakramen krisma nanti kalian harus menyadari bahwa dengan pembaptisan itu kalian telah dilantik menjadi anggota Gereja dan diangkat  menjadi anak Allah serta dijadikan ahli waris sorga. Karena apa? Di dalam penerimaan sakramen krisma nanti kalian dilantik dan diakui menjadi anggota gereja yang dewasa dan penuh tanggung jawab, sehingga janji baptis yang dulunya menjadi taggung jawab kedua orangtuamu, harus beralih menjadi tanggung jawab pribadi kalian masing-masing.
Maka pada awal pertemuan ini marilah bersama-sama memanjatkan doa kepada Allah.

4. Doa pembuka
Doa dengan Mazmur 77 : 13-16.21.
Aku hendak menyebut-nyebut pekerjaanMu ya Allah, dan merenungkan perbuatan-perbuatanMu.
Engkaulah Allah Mahakudus, jalanMu adalah kudus. Allah manakah yang begitu besar seperti Allah kami? Engkaulah Allah yangmelakukan keajaiban ; Engkau telah menyatakan kuasaMu diantara bangsa-bangsa.Dengan lenganMu Engkau telah menuntun umatMu seperti kawanan domba. Terpujilah namaMu sepanjang segala masa (Amin)

5. Kisah kehidupan :

A. Kisah : WARGA BARU
(sebaiknya kisah jangan dibacakan dari teks yang tersedia, tetapi pemandu mengemas dan menyampaikan sedemikian rupa, sehingga nampak jelas hal-hal yang akan dibahas dalam pendalaman kisah)
Pak Ismoyo beserta keluarga telah lama tinggal di desa Warurejo. Ia seorang pegawai kantor pos dikota kecamatan. karena prestasinya ia naik pangkat dan dipindahkan kekantor pos di kota provinsi. Oleh karena itu ia beserta keluarga harus pindah ke kota tempat kantornya yang baru. Untuk itu dia sibuk mengurus surat-surat dan segala sesuatu yang diperlukan sehubungan dengan kepindahannya itu.
Setelah pindah ke kota, pak Ismoyo datang kepada bapak ketua RT dan memohon kepadanya : “pak RT, nama saya Ismoyo, saya baru pindah ke kota ini sehubungan dengan tugas saya pada kantor pos di kota ini. Maka saya mohon kiranya bapak berkenan menerima keluarga kami di RT ini.
Kami sekeluarga berniat untuk menjadi warga disini dan akan melibatkan diri secara aktif dalam kegiatan warga RT yang bapak pimpin. Kami serahkan surat-surat ini untuk melengkapi administrasinya.”
Jawab pak RT : “Saya senang menerima pak Ismoyo sekeluarga menjadi warga RT disini. Agar warga mengenal bapak, saya harap bapak sekeluarga hadir dalam pertemuan RT minggu depan. Saya akan memperkenalkan keluarga bapak dengan warga RT disini. Semoga niat bapak untuk aktif dalam kegiatan warga, dapat diwujudkan, karena memang begitulah kewajiban warga RT yang baik.”
Setelah resmi menjadi warga RT disitu, pak Ismoyo merasa sangat gembira. Iapun ikut aktif dalam kegiatan-kegiatan serta pembangunan RT-nya yang baru itu.
Ia disukai banyak orang.

B. pendalaman kisah
Pertanyaan {dikerjakan pada kolom yang disediakan dalam buku peserta}
1. Apa saja yang dilakukan pak Ismoyo sebagai persiapan menjadi warga baru?
2. Niat apa yang diungkapkan pak Ismoyo kepada pak RT sewaktu mengajukan permohonan masuk menjadi warga Rtnya?
3. Apa yang dilakukan pak Ismoyo setelah resmi menjadi warga RT?
Pemandu menyimpulkan laporan hasil pendalaman bersama 3 hal pokok ini :
Ø Persiapan lahir : mengusahakan kelengkapan surat pindah
Ø Persiapan batin : menyatakan niat/janji untuk ambil bagian dalam kegiatan dalam RT-nya.
Ø Cara hidupnya : setelah resmi menjadi warga, menepati niat atau janjinya : aktif melibatkan diri dalam kegiatan dan pembangunan RT-nya.

6. Pengembangan
Pemandu mengembangkan proses pertemuan berdasarkan 3 hal pokok dari kisah kehidupan dengan peneriman sakramen baptis.
·       Dalam pembaptisan kita semua diterima sebagai anak Allah dan warga Gereja, dan juga dilantik untuk ambil bagian dalam menunaikan tugas perutusan Gereja dengan aktif melibatkan diri dalam kegiatan menggereja.
·       Sakramen baptis merupakan tahap pertama Inisiasi kristiani. Tahap ini akan disempurnakan lagi dalam sakramen Ekaristi dan mencapai kepenuhannya dalam sakramen Krisma.
·       Sakramen baptis tidak diterimakan begitu saja.
Sebelumnya harus menjalani persiapan dalam masa katekumenat. Bagi yang dibaptis sewaktu masih bayi masa katekumenat ini diganti dengan pertemuan penyadaran kedua orang tuanya, akan tugas dan tanggung jawab mereka terkait dengan pembaptisan anak mereka.
·    Dalam upacara pembaptisan, calon baptis mengucapkan janji baptis yang berisi 5 hal yaitu ;

1.                        Mempercayai seluruh syahadat rasul
2.                        Bersedia menolak setan dengan segala tipu dayanya
3.                        Bersedia melawan kejahatan dalam diri sendiri dan dalam masyarakat.
4.                        Bersedia melawan godaan dalam bentuk tahyul, perjudian, dan hiburan yang tidak sehat.
5.                        Bersedia melawan segala tindakan yang melawan cinta kasih dan hak azasi manusia.
Orang yang telah menerima sakramen baptis harus konsekuen menaati janji baptisnya itu. Kalian yang baptis bayi, konsekuensi baptisan masih terletak dalam tanggung jawab kedua orang tua. Namun setelah dewasa tanggung jawab itu beralih ke tangan kalian sendiri. Bagi yang baptis dewasa konsekuensi janji baptis langsung menjadi tanggung jawab pribadi.

7. Terang Firman
A. Pujian pengantar bacaan :
Contoh : Hidup dibawah kasih karuia 1=G 4/4
           (makna baptis)
B. Bacaan : Roma 6 : 2b-4. 12-14.

Mati dan Bangkit bersama Kristus.

2b Bukankah kita telah mati bagi dosa? Bagaimanakah kita masih bisa hidup di dalamnya?
3   Atau tidak tahukah kamu,bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus telah dibaptis dalam kematianNya?
4   Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan kematian , supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.
12 Sebab itu hendaklah dosa jangan lagi berkuasa dalam tubuhmu yang fana, supaya kamu jangan menuruti keinginannya.
13dan janganlah kamu meyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang, yang dahulu mati, tetapi yang sekarang hidup. Dan serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk mejadi senjata-senjata kebenaran.
14 Sebab kamu tidak akan dikuasai lagi oleh dosa, sebab kamu tidak berada dibawah hukum Taurat, tetapi dibawah kasih karunia.

C. Butir-butir mutiara firman :
(pemandu mengajak peserta untuk mendalami firman dibantu dengan pertanyaan yang harus dikerjakan pada kolom yang tersedia dalam buku peserta)

Pertanyaan panduan : menurut Paulus
1) apa makna dibaptis
2) apa konsekuensi bagi orang yang telah dibaptis?
Kemudian pendamping menyimpulkan jawaban peserta sebagai berikut :
·         Kata baptis mengandung makna ditenggelamkan
(bahasa Belanda ; Indompelen)
·         Paulus mengatakan bahwa dengan pembaptisan kita ditenggelamkan dalam kematian Kristus /  dikuburkan bersama Kristus, dan seperti Kristus dibangkitkan dari antara orang mati, kita dimasukan dalam  kehidupan yang baru yaitu kehidupan yang terlepas dari kuasa dosa.
·         Sebagai konsekwensi pembaptisan seharusnya kita menyerahkan seluruh kehidupan termasuk anggota tubuh kepada Allah, dan kita jadikan sebagai senjata untuk melaksanakan kebenaran.
·         Dengan demikian kita hidup dalam karunia Allah.

8. Penegasan Ajaran Gereja:
·    Inisiasi Kristen terlaksana dalam tiga sakramen:
   Pembaptisan, Ekaristi dan Krisma (KGK 1275)
·    Pembaptisan adalah kelahiran menuju hidup baru di dalam Kristus dan diselamatkan oleh Kristus ( KGK1277)
·    Buah pembaptisan atau Rahmat Pembaptisan ada bermacam-macam:
1. Pengampunan dosa asal dan dosa pribadi
2. Kelahiran untuk hidup baru sebagai anak Allah
3. Menjadi anggota Tubuh Kristus dan Kenisah Roh Kudus
4. Digabungkan dengan Gereja, Persekutuan para kudus
5. Diberi bagian dalam imamat dan tugas perutusan Kristus yaitu mewartakan kabar suka cita (injil) dengan melayani Gereja dan masyarakat (KGK 1279)
·    Dengan Pembaptisan, orang mendapatkan meterai kekal, tanda yang tak terhapus selamanya dalam hati, tanda bahwa dia menjembah dan menghormati Allah secara Kristen. Maka Pembaptisan hanya diterimakan satu kali ( KGK 1280)

9.Refleksi;
 (Pemandu mengajak para calom Krisma masuk dalam suasana hening untuk merefleksikan diri. Kalau mugkin diupayakan iringn lgu instrumental yang lembut)
·         Semua orang yang menerima Pembaptisan :”kita semua” menjadi orang yang sangat beruntung.
·         Kita dipilih dan dipanggilan untuk diselamatkan Allah dalam Kristus, bukan karena kebaikan kita, melainkan sepenuhnya karena kebaikan dan kasih karunia Allah semata.
·         Maka sungguh layak dan memang sepantasnya kita mensyukuri sedalam-sedalamnya dengan senantiasa menepati janji baptisan dan menjaga kemurnian iman, mengupayakan hidup suci, hidupdalam kebenaran dan membawa sukacita bagi semua orang.

(Refleksi diakhiri dengan pujian / senandung janji babtis

3  .  2   12 / 3 ... /  4   . 3      2   1  /  2 ..../5  . 4 3 4 3 2 / 1 7 1 .
Ku berse-di-a         melawan  se-tan   dan  segala tipu dayanya
Ku berse-di-a        kan me nerima   slu-ruh syahadat para rasul
Ku’kan  melawan s’mua   kejahatan dalam diri dan masyarakat
Ku buang tahyul dan perjudian serta hiburan yang tak sehat
Ku’kan melawan semua tindakan yang bertentangan dgn kasih

10.Doa spontan:
Untuk pertemuan pertam ini doa spontan disiapkan oleh pemadu. Pertemuan selanjutnya calon Krisma ditugasi menyiapkannya. Doa spontan ditutup dengan : Bapa kami- 3x Salam Maria- Kemulian....
11.Mohon Berkat:

P : Semoga Tuhan beserta kita
U: Sekarang dn selama-lamanya
P : Semoga Allah Bapa melindungi selama menjalani persiapan ini,
     Semoga Allah Putra menerami hati kita dengan sabdaNya dalam menjalami persiapan ini persiapan ini
     Dan semoga kota sekalian diberkati Allah yang mahakuasa: Bapa, Putra dan Roh Kudus.
U :Amin

12. Pujian Penutup: Syukur kepada Mu Tuhan (PS 592)

13.Tugas:
Pelajarilah di rumah materi pertemuan minggu depan, dan susunlah doa yang sesuai untuk menanggapi firman.



Pertemuan kedua
SAKRAMEN EKARISTI

Tujuan:  Menyadari sikap yang kurang tepat dalam turut serta ambil bagian dalam perayaa Ekaristi. Selanjutnya bertekat memperbaiki dirinya agar dapat mengerti bahwa Ekaristi adalah puncak dan sumber dari kehidupan beriman.

Gagasan Dasar:

a)     Ekaristi merupakan puncak dan sumber kehidupan beriman. Tujuan akhir setiap orang beriman adalah bertemu dengan Kristus, mengikuti cara hidupNya dengan harapan ikut menikmati kebahagiaan kekal bersama dengan Kristus.  Di dalam Perayaan Ekaristi , dengan menerima firman dan menyambut Tubuh Kristus kita dipersatukan sepenuhnya dengan Kristus.
b)     Perayaan Ekaristi merangkum seluruh kehidupan. Seluruh kehidupan kita bawa kepada Kristus untuk dipersatukan dengan kurban persembahan Kristus di kayu salib. Ini kita nyatakan dalam kolekte yang kita persembahan bersama dengan roti dan anggur.
c)     Tata Perayaan Ekaristi (TPE) dikemas sedemikian rupa oleh KWI sejak tahun 1979 dan ditetapkan secara definitif oleh Tahta Suci pada tahun 2005. Yang kita kenal dengan TPE 2005, yang terdiri dari 4 bagian pokok yaitu : Ritus pembuka, Liturgi Sabda, Liturgi Ekaristi dan Ritus Penutup. Keempat bagian tersebut merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan dari awal hingga akhir.
d)     TPE itu dikemas untuk memungkinkan seluruh jemaat ambil bagian secara aktif dalam perayaan Ekaristi dari awal hingga akhir, secara sungguh-sungguh, baik, benar dan jujur, dengan harapan jemaat menikmati buah Sakramen Ekaristi itu dalam kehidupan nyata sehari-hari.

Pola pendampingan :
Bertitik tolak dari kisah dari Injil Lukas 24: 13-25 peserta diajak mendalami cara ikut serta ambil bagian secara aktif dalam perayaan Ekaristi, dan menumbuhkan tekad untuk ambil bagian secara aktif, sungguh-sungguh, benar dan jujur dalam setiap Perayaan Ekaristi.

Langkah-langkah / jalannya pertemuan
1.     Puji-pujian awal
2.     Tanda salib dan salam
3.     Pengantar :
Pada pertemuan minggu lalu kita telah disadarkan bahwa dengan pembaptisan telah dilantik menjadi anak Allah dan anggota Gereja, ini adalah inisiasi kristen yang pertama.
Dalam pertemuan ini kita akan melanjutkan untuk menyadari inisiasi kristen yang kedua yaitu sakramen Ekaristi,yang seharusnya menjadi puncak dan tujuan hidup beriman, dan karena dalam sakramen Ekaristi ini dengan menyambut Tubuh (dan darah Kristus)kita dipersatukan secara penuh dengan Kristus dan juga sesama. Kenyataan menunjukan bahwa masih banyak orang tidak menyadari akan hal itu, mereka merayakan Ekaristi sekedar memenuhi kewajiban rutin saja, sehingga buah-buahnya kurang nampak dalam kehidupan nyata. Maka marilah dalam pertemuan ini kita mendalami sungguh-sungguh bagaimana merayakan Ekaristi kita menikmati dalam kehidupan nyata sehari-hari.
4. Doa Pembuka : Mazmur 130: 5-7
   Aku menanti-nantikan Tuhan, jiwaku menanti-nanti, dan aku mengharapkan firmanNya. Jiwaku mengharapkan Tuhan lebih dari pengawal mengharapkan pagi. Berharaphlah kepada Tuhan, sebab pada Tuhan ada kasih setia, dan berulangkali Ia mengadakan pembebasan. Terpujilah Allah di surga, sekarang dan untuk selama-lamanya. (Amin)
5.Kisah Dua orang murid dari Emaus mencari Yesus
   (berdasarkan Injil Lukas 24: 13-35)
   Kleopas dan temannya adalah dua orang diantara murid-murid Yesus. Mengapa begitu?
   Mari kita ikuti perjalanan dan pembicaraan mereka.
   Hari Minggu, hari ketiga wafat Yesus, lewat tengah hari Kleopas bersama seorang temannya meninggalkan kota Yerusalem  kembali kampung asalnya itu Emaus yang jaraknya sekitar 10km arah barat laut dari kota Yerusalem. Hati mereka gundah gulana, kecewa dan putus asa. Sepanjang perjalanan tak henti-hentinya mereka membicarakan kejadian pagi harinya.
   Sementara itu Yesus menyertai perjalan mereka. Tetapi mereka tidak mengenali kehadiran Yesus yang telah bangkit. Yesus menyapa mereka : “Apa yang kalian perbincangkan sepanjang perjalanan ini?” mendengar pertanyaan itu mereka berhenti dengan wajah muram. Kleopas menjawab : “Maaf, apakah anda orang asing di Yerusalem, sehingga anda belum mendengar peristiwa yang menghebohkan tadi pagi?” Yesus bertanya lagi : “Peristiwa apakah itu?” Kini teman Kleopas yang menjawab : “Kami berdua adalah murid-murid Yesus. Kami semua yakin benar bahwa Dialah seorang Nabi utusan Allah bagi bangsa kami. Kami mengharapkan Dia datang untuk  membebaskan bangsa kami. Namun apa yang terjadi? Imam-Imam kepala dan para pemimpin kami menyerahkan Dia untuk dihukum mati, mereka menyiksa sepanjang perjalanan ke Golgota menyalibkan disana 3 hari yang lalu. Saudara kami Yusuf ArimateanmenguburkanNya dalam sebuah kubur yang sedianya untuk dia pakai sendiri. Tadi pagi-pagi benar beberapa perempuan dari kalangan kami membawa rempah-rempah ke kubur, tetapi jenazah Yesus tidak ada, hilang begitulah! Perempuan-perempuan itu menemui rasul-rasul mengatakan : mereka melihat malaikat yang mengatakan bahwa Yesus hidup. Kemudian Petrus, Yohanes dan beberapa teman kami berlari menjenguk Kubur Yesus. Benar saja, jenazahNya tidak ada lagi. Jadi kami semua bingung, cemas, sedih dan pupuslah harapan kami memperoleh seorang pembebas.” Yesus berkata : “Saudara-saudara, mohon maaf, kalian lamban berpikir dan bodoh. Bukankah kalian telah mendengar dan membaca tulisan para nabi bahwa Mesias harus menderita semuanya itu untuk masuk ke dalam kemuliaanNya?” Lalu dijelaskanNya seluruh ayat-ayat Kitab suci tentang Mesias. Hati kedua murid itu berbunga-bunga, tetapi mereka tidak berani bertanya lebih lanjut.
   Sore hari menjelang magrib mereka tiba di kampung yang mereka tuju. Yesus pura-pura mau melanjutkan perjalanan, tetapi kedua murid itu berkata : “Saudaraku matahari hampir terbenam, hari telah hampir malam. Singgahlah ke rumah kami dan istirahatbersama kami, perjalanan dilanjutkan besok saja.”
Yesus pun singgah ke rumah mereka.Saat dihidangkan santap malam, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecah roti itu dan memberikan kepada Kleopas dan temannya. Kedua murid itu kaget, tertegun, mereka teringat apa yang dilakukan Yesus pada malam terakhir. Serentak keduanya berseru : “Kami tahu sekarang : Engkau Yesus, terimakasih, Engkau bangkit dari antara orang mati!” namun sekejap mata Yesus lenyap dari pandangan mereka. Kedua murid itu sangat suka cita dan bergegas kembali ke Yerusalem, menceritakan penglaman perjumpaan mereka dengan Yesus yang telah bangkit kepada para Rasul.
6.Mendalami kisah :
   Untuk mendalami kisah dari injil tadi peserta diajak bermain ro-play. Seorang menjadi Yesus dan dua orang menjadi Kleopas dan temannya.
   Sehabis ro-play pendamping memberikan arahan berikut :

   Tiga hal pokok bisa kita petik dari kisah dua murid tadi.

   Pertama : sesungguhnya Yesus selalu menyertai sepanjang perjalan hidup kita setiap saat. Tetapi seperti dua murid tadi kita tidak menyadari hal itu.

   Kedua : Perjalanan kedua murid dari Yerusalem ke Emaus menggambarkan Perayaan Ekarisiti. Perayaan Ekaristi terdiri dari empat bagian pokok : Ritus pembuka, Liturgi Sabda, Liturgi Ekaristi, Ritus Penutup.
  
A. Pada bagian Ritus Pembuka : kita diajak untk menyadari hidup keseharian kita :
·       Sepanjang hidup kita, apapun yang kita lakukan harus kita jadikan sarana untuk kemuliaan Allah.
·       Kita tidak luput dari dosa terhadap Allah dan kesalahan kepada sesama, menyesalinya (bertobat) lalu bersama-sama berdoa mengawali ibadah.

B. Pada bagian Liturgi Sabda :
·    Diajak mendengarkan Sabda Yesus lewat bacaan I, bacaan II, pewartaan Injil dan khotbah/homili
·    Diajak menanggapi sabda dengan Mazmur Tanggapan, Alleluya/Bait Pengantar Injil, Pernyataan Iman/ Sjahadat dan doa umat.

C. Pada bagian Liturgi Ekaristi :
·    Kristus mengulangi Perjamuan Terakhir dan mempersem-bahkan kurban salib tak berdarah pada saat Konsekrasi.
·    Kita diajak mempersembahkan hidup yang dipersatukan dengan kurban Kristus pada saat kolekte-Persiapan Persembahan.
·    Kita dipersatukan dengan Kristus sepenuhnya pada saat menyambut Tubuh Kristus/Komuni.

D. Pada bagian Ritus Penutup : Seperti dua murid menceritrakan pengalaman perjumpaan dengan Kristus kepada rasul dan murid lain di Yerusalem.Kita diutus mewartakan/menyebarluaskan Sabda Yesus yang kita terima dalam Liturgi Sabda dan mewujudnyatakan Komunio ( kesatuan ) dalam hidup sehari-hari.

Ketiga: TPE dikemas untuk memungkinkan seluruh jemaat ambil bagian secara aktif dalam Perayaan Ekaristi dari awal sampai akhir, secara sungguh-sungguh, baik, benar dan jujur, dengan harapan jemaat menikmati buah Saklramen Ekaristi itu dalam kehidupan nyata sehari-hari.

7. Penegasan ajaran:
·    Ekaristi merupakan puncak dan sumber hidup beriman:
Tujuan akhir setiap orang beriman adalah bertemu dengan Kristus. Dengan mengikuti cara hidupNya , kita berharap dapat menikmati kebahagiaan kekal bersama Kristus. Di dalam Perayaan Ekaristi, dengan menerima firman dan menyambut Tubuh Kristus kita dipersatukan dan menerima rahmat Allah sebagai sumber kekuatan dalam hidup sehari-hari.
·    Perayaan Ekaristi merangkum seluruh kehidupan.Seluruh hidup kitabawa kepada Kristus untuk dipersatukan dalam kurban persembahan Kristusdi kayu salib. Hal ini kita nyatakan dalam kolekte yang kita persembahkan bersama roti dan anggur.
·    TPE dikemas sedemikian rupa oleh KWI (sejak 1979 dan ditetapkan definitif 2005) terdiri atas 4 bagian pokok yang tak terpisahkan satu dengan yang lain : Ritus Pembuka; Liturgi Sabda; Liturgi Ekaristi dan Ritus Penutup.
·       TPE dikemas untuk memungkinkan seluruh jemaat ambil bagian secara aktif dalam Perayaan Ekaristi dari awal sampai akhir, secara sungguh-sungguh, baik, benar dan jujur, dengan harapan jemaat menikmati buah Sakramen Ekaristi itu dalam kehidupan nyata sehari-hari.

8.     Sikap yang baik; benar dan jujur dalam perayaan Ekaristi.
a.      Dengan memperhatikan Pendalaman di atas, peserta diminta untuk merumuskan bagaimana cara mengikuti dan ambil bagian secara aktif, benar dan jujur dalam perayaan Ekaristi. Jawaban ditulis pada kolom jawab yang tersedia pada buku peserta.
b.      Selanjutnya masing-masing peserta mengungkapkan hasil rumusannya, pendamping memambahkan  bila perlu.

9.     Refleksi:
·    Masuk dalam suasana hening, lampu diredupkan.
·    Refleksi bisa dibuka dan ditutup juga dengan lagu.
·    Dipandu oleh pendamping, diiringi dengan instrumental
Ø Demikian besar kasih Yesus kepada jemaatNya. Kita adalah satu dari sekian banyak jemaat yang dikasihiNya. Dia menyerahkan Tubuh dan DarahNya menjadi santapan rohani kita. Sebagai buahnya kita menikmati hidup ilahi dalam Yesus.
Ø Perayaan Ekaristi menjadi wahana perwujudan pemberian Diri Yesus seutuhnya. SabdaNya diwartakan lewat bacaan-bacaan dan khotbah. Persembahan kurban salib diaktualisasi dalam Konsekrasi.
Ø Selayaknyalah dengan penuh syukur kita ikut mengambil bagian secara aktif, benar dan jujur dalam setiap perayaan Ekaristi. Buah-buah Sakramen Ekaristi itu harus nampak dalam kehidupan sehari-hari. Membangun kesatuan dalam jemaat, bertekun dalam firman dan setia mewartakan kabar baik adalah buah-buah nyata Sakramen.

10.    Doa Spontan menanggapi firman:
( Peserta mengungkapkan doa yang telah dirumuskan. Doa umat secara keseluruhan diakhiri dengan Doa Bapa kami )

11.    Pujian Penutup

12.    Tugas: Buatlah ringkasan / skema TATA PERAYAAN EKARISTI dan rumuskan bagaimana sikap yang tepat dalam tiap bagiannya.











Pertemuan ketiga
SAKRAMEN KRISMA

Tujuan: Menyadari bahwa sakramen krisma adalah tanda dan sarana yang mengungkapkan iman jemaat akan kebaikan dan kemurahan Allah yang berkenan mencurahkan Roh Kudus dan karunia-karuniaNya, sehingga masing-masing anggota menjadi dewasa dan bertanggung jawab.

Gagasan dasar:
Pada jaman para rasul jemaat menerima Roh Kudus karena penumpangan tangan oleh para rasul. Gereja melanjutkan tradisi penumpangan tangan ini di dalam penerimaan Sakramen Krisma. Dengan penumpangan oleh bapak uskup itu gereja mengajarkan bahwa:

o       Allah berkenan menganugerahkan Roh Kudus beserta karunia-karunia.
o       Secara resmi uskup sebagai wakil Kristus melantik jemaatNya menjadi anggota yang dewasa dan bertanggung jawab, serta mengutus untuk melanjutkan tugas perutusan Kristus di dunia.

Langkah-langkah / proses pendampingan

1.     Pujian awal
2.     Tanda salib dan salam
3.     Pengantar.
Setiap orang tua mengungkapkan cintanya kepada anak-anaknya dengan kata dan terutama perbuatan sehingga cinta yang tidak tampak dapat dirasakan oleh si anak. Allah mencintai umatNya. Melalui gereja cinta itu diungkapkan dengan kata dan tindakan dalam sakramen-sakramen.
Roh Kudus yang berkarya dalam gereja dan juga dalam setiap orang, adalah Roh Allah yang tidak kelihatan. Oleh gereja Roh Kudus ini dicurahkan kepada warganya dalam sakramen krisma. Di dalam sakramen krisma itu, Roh Kudus yang tidak kelihatan ditampakkan dengan tanda dan sarana serta kata-kata untuk me”nyata”kan bahwa Roh Kudus hadir pada saat itu. Dengan menerima sakramen krisma kita menerima inisiasi penuh. Hal itu akan kita dalami pada pertemuan ini.

4.     Doa pembuka:
   Marilah berdoa: (Maz 51:12-15)
   Jadikanlah hatiku tahir, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh. Janganlah membuang aku dari hadapanMu, dan janganlah mengambil rohMu yang kudus dari padaku. Bangkitkanlah kembali padaku keinginan untuk menerima keselamatan dari padamu, dan lengkapilah aku dengan roh yang rela. Maka aku akan mengajarkan jalanmu kepada orang-orang yang melakukan pelanggaran, supaya orang-orang berdosa berbalik kepadaMu. Terpujilah Allah yang kudus dan berkuasa, kini dan sepanjang segala masa. (Amin)
5.     Pujian penghantar bacaan
6.     Pembacaan dari Kisah Rasul 8:14-17

Ay.14   Ketika rasul-rasul di Yerusalem mendengar, bahwa tanah Samaria telah menerima firman Allah, mereka mengutus Petrus dan Yohanes ke situ.
Ay.15   Setibanya di situ kedua rasul itu berdoa, supaya orang-orang Samaria itu beroleh Roh Kudus.
Ay.16   Sebab Roh Kudus belum turun di atas seorangpun di antara mereka, karena mereka hanya dibaptis dalam nama Tuhan Yesus.
Ay.17   Kemudian keduanya menumpangkan tangan di atas mereka, lalu mereka menerima Roh Kudus.

7.     Tugas Pribadi.
Ketika Rasul Petrus dan Yohanes menumpangkan tangan atas jemaat, mereka menerima Roh Kudus.
Dalam penerimaan Sakramen Krisma, uskup akan menumpangkan tangan, mengolesi dahi dengan minyak krisma dan menepuk pipi si penerima krisma. Carilah maknanya dengan bantuan teks-teks KS berikut!

Penumpangan tangan:
Kej 48:14-15   : mengawali pemberian berkat
Bil 27:18-20    : tanda pelimpahan kewibawaan/kuasa
Ul 34:9            : pemberian kebijaksanaan
Mark 10:16     : Cara Yesus memberkati anak-anak
Luk 8:23          : Cara Yesus menyembuhkan
Kis 8:17          : Cara rasul-rasul memberikan Roh Kudus

Pengurapan dengan minyak:
Maz 45:8         : Tanda kesukaan Allah
1 Syam 16:13  : Pemberian kekuasaan
1 Taw 11:3      : Pelantikan menjadi raja
Yes 61:1-3   : Tanda pengutusan untuk mewartakan kabar sukacita

8.     Penegasan ajaran

I.            Makna penumpangan tangan dan pengurapan

Penumpangan tangan, bermakna:
·       Tanda berkat
·       Tanda pemberian kekuasaan dan kewibawaan
·       Mencurahkan Roh Kudus

Pengurapan dengan minyak zaitun, bermakna
·       Allah menyukai/memilih
·       Allah mengutus untuk mewartakan Kabar sukacita
·       Pelantikan untuk bertugas

II.        Upacara penerimaan Sakramen Krisma:
·       Pada umumnya penerimaan Sakramen Krisma dilaksanakan dalam Perayaan Ekaresti
·       Upacara pokok penerimaan Sakramen Krisma dilaksanakan sesudah Kotbah uskup.

III.    Para petugas dalam penerimaan Sakramen Krisma:
a.    Petugas utama adalah bapak uskup sebagai wakil Kristus, pengganti para rasul yang secara resmi:
·       Mencurahkan Roh Kudus dan karunia-karuniaNya.
·       Melantik menjadi anggota gereja yang dewasa dan bertanggung jawab.
·       Mengutus untuk melaksanakan tugas perutusan, mewartakan Injil dan menjadi saksi Kristus. Apabila bapak uskup berhalangan sehingga tidak mungkin hadir, maka bapak uskup bisa menugasi seorang pastor untuk menggantikannya.
b.   Petugas lainnya:
1      Dua orang imam: yang satu bertugas menerima kartu dari peserta diserahkan bapak uskup, yang satunya bertugas membersihkan dahi penerima krisma setelah diurapi dengan minyak krisma.
2      Wali krisma: mendampingi penerima krisma, dan selanjutnya menjadi bapa rohaninya.
3      Petugas tambahan: pembagi lilin dan kartu kenangan (kalau ada).

IV.         Upacaranya:
A.     Pembaharuan janji Baptis : menegaskan bahwa sakramen Krisma merupakan satu kesatuan dengan sakramen baptis dan juga Ekaristi.

B.      Penumpangan tangan disertai dengan doa kepada Roh Kudus .  Misalnya:
Penumpangan tangan melambangkan Roh Kudus yang dicurahkan seperti pada waktu Roh Kudus dicurahkan ketika para rasul menumpangkan tangan kepada jemaatnya.

C.      Pengurapan minyak Krisma
Satu persatu peserta dipanggil menghadap bapak Uskup di dampingi wali krisma. Sampai dihadapan uskup peserta menyerahkan kartu krisma kepada pastor yang bertugas, lalu berlutut di hadapan bapak uskup.  Bapak Uskup berkata:”...(nama peserta), terimalah tanda Roh Kudus” / atau :”Semoga dimeterai oleh karunia Allah dan Roh Kudus”. Peserta menjawab :” Amin”. Kemudian bapak Uskup mengolesi dahi peserta dengan minyak krisma, lalu bapak Uskup menepuk pipi peserta sambil berkata :” Damai Kristus “. Dan dijawab peserta :”Terima kasih”. Kemudian berdiri, menuju pastor yang bertugas membersihkan dahinya, setelah itu kembali.
Upacara pengurapan dengan minyak krisma mengandung makna: Dengan menerima Roh Kudus dan karuniaNya, jiwa menjadi “wangi” dihadapan Allah, bersih berkat pengudusan Roh, kemudian dilantik untuk ambil bagian dalam karya penebusan Kristus, menjadi peserta dan saksi Kristus.

9.   R e f l e k s i  (hening, diiringi instrumental lembut)dilanjutkan doa penutup.
Dengan sakramen krisma kita akan dilantik secara resmi menjadi anggota gereja yang dewasa dan bertanggung jawab.
Pertama-tama bertanggung terhadap diri sendiri: menentukan sikap tegas untuk setia kepada Kristus, apapun resikonya dalam menghadapi segala macam tantangan. Siapkah anda?....
Kita juga ikut bertanggung jawab atas kelancaran kegiatan pembinaan dan pelayanan dalam lingkungan kita masing-masing. Beranikah sekarang juga anda mengambil sikap dan membangun tekad untuk selalu aktif melibatkan diri dalam kegiatan lingkungan anda?......
Marilah berdoa:

Allah Bapa yang mahakudus, kami bersyukur kepadaMu, karena Roh Kudus yang akan Kaucurahkan kedalam hati kami. Dialah penghibur dan penolong yang Kau utus dalam nama Yesus. Dialah Roh Kebenaran yang memimpin kami kepada seluruh kebenaran. Semoga Roh itu mengajarkan segala sesuatu kepada kami,dan meningkatkan kami akan semua yang telah diajarkan dan diperintahkan Kristus untuk kami jalani.

Semoga dengan bimbinganNya kami mampu menghasilkan buah-buah Roh dalam kehidupan sehari-hari. Melalui Roh KudusMu pula, sudilah Engkau membimbing umatmu untuk peka terhadap lingkungan dan sesama, serta selalu setia kepadaMu, tabah dalam penderitaan, berani menjadi saksi Kristus, ikhalasmelayani jemaatdan menjadi terang dan garam dunia.Semoga Roh Kudus membentuk dalam diri kami menjadi lembut dan ramah, bijaksana dan penuh dengan hikmat,rendah hati dan murah hati , tahu bersyukur dan dapat menguasai diri.

Semoga dalam diri kami Rohmu menjadi dya ilahi dalam membangun dirisebagai orng beriman dan membina kehidupan bersama yang penuh cinta kasih , menjunjung tinggi martabat setia dan membangunpersaudaraan sejati dalam pergaulan. Demi Kristus Tuhan kami. (Amin)
Bapa kami.............Salam Maria...............Kemuliaan .

10.Mohon berkat

11.Pujian penutup










Pertemuan ke empat:
GEREJA adalah KITA
( Hidup Menjemaat)

Tujuan:   Menyadari bahwa Gereja adalah kita semua (hirarki dan awam) yang bersama mengembangkan amanat perutusan Kristus yaitu mewartakan keselamatan bagi seluruh umat manusia.

Gagasan Dasar:
Kristus menghimpun umatNya menjadi satu Gereja /Jemaat:
a. Pada awalnya Yesus menghimpun kedua belas rasul yang selalu mengikutiNya kemanapun Dia berada. Secara khusus mereka diberi kuasa mengusir roh jahat, melepaskan segala penyakit dan segala kelemahan (Mat.10:1). Dari 12 Rasul yang ada, Petrus diberi kedudukan khusus antara lain:
v Iman Petrus dijadikan dasar bagi Gereja Kristus (Mat.16:18).
v Petrus menerima tugas pembuka jalan keselamatan
“Kunci Kerajaan Surga” ( Mat.16: 19)
Selain ke 12 rasul, Yesus masih mempunyai pengikut yang disebut “murid” dan “orang banyak yang mengikuti Dia”
b. Gereja jaman sekarang:
Dari 12 rasul ; murid-murid dan orang banyak yang mengikuti Dia, berkembanglah menjadi Gereja yang sekarang ini.
1. Kedudukan dan fungsi himpunan 12 rasul,saat ini dilanjutkan oleh Paus; para Uskup dan para Imam.
2. Himpunan murid dan orang banyak, saat ini terwujud dalam kaum beriman awam. Baik hirarki maupun awam ada juga yang hidup membiara (Ordo/Konggregasi) dan ada yang berkeluarga. Dengan demikian Gereja sekarang ini adalah himpunan umat Allah yang percaya kepada Kristus yang terdiri dari Hirarki dan Awam dalam kesatuan. Itulah makna ungkapan Gereja adalah Kita.
3. Gereja (Hirarki dan Awam) bersama-sama menerima tugas perutusan untuk melanjutkan karya keselamatan Kristus kepada seluruh umat manusia. Maka di dalam Perpasgelar I dan II, dirumuskan arah dan penghayatan hidup menggereja yang intinya bahwa: Gereja keuskupan Tanjungkarang adalah umat Allah (hirarki-awam) yang bersama-sama mengembara di dunia (Sang Bumi Ruwa Jurai) ini yang terus-menerus mencari untuk menemukan Rumah bapa di Surga.
4. Kristus menghendaki seluruh jemaatNya menjadi satu dan dijadikan satu tubuh: Kristus sebagai kepala; seluruh jemaat adalah tubuhNya dan masing-masing kita adal;ah anggotanya yang bersama-sama melayani demi perkembangan seluruh jemaat (I Kor.12:12-27)

Pola Pendampingan:
     Bertitik tolak dari kisah kehidupan, peserta diajak untuk menyadari dirinya sebagai anggota jemaat yang mau tidak mau harus melibatkan diri dalam kehidupan menjemaat.

Langkah-langkah / Jalannya pertemuan.
1.     Puji-pujian penyegaran iman.
2.     Tanda Salib dan salam
3.     Pangantar:
                 i.          Kita semua mengemban amanat pengutusan.
Setiap akhir perayaan ekaristi iman sebagai wakil Kristus menyampaikan amanat pengutusan :”Marilah pergi! Kita diutus”. Dan kita serempak menjawab:”Amin” artinya: Setuju.
            ii.            Diutus untuk apa ?
Kita semua diutus untuk membawa buah-buah yang kita terima dalam perayaan Ekaristi dan mewujudkannya di dalam kehidupan sehari-hari.
Ada tiga hal pokok dan mendasar yang merupakan buah-buah dari perayaan Ekaristi yaitu:
1.      Firman yang kita terima lewat bacaan-bacaan, terutama Injilyang dikupas dalam homili/kotbah.
2.      Kesatuan mesra dengan Kristus dalam penerimaan Komuni kudus,
3.      Kesatuan mesra dengan sesama dalam pengakuan diri sebagai orang berdosa dalam seruan tobat dan mengampuni kesalahan sesama dalam doa Bapa kami.
        iii.            Apakah kita setia melaksanakan amanat pengutusan itu ?
Inilah yang akan kita gumuli dalam pertemuan ini. Maka marilah kita masuk dalam suasana hening untuk memanjatkan doa kepada Allah.

4.     Doa Pembuka:
Marilah berdoa,
Ya Allah Bapa kami yang maha baik, alangkah indahnya bila kami dapat hidup rukun dan damai, Barilah kami rahmatMu dan arahkanlah kami agar dapat menyerahkan diri satu sama lain; saling memperhatikan dan saling membantu; saling mendukung dan saling menyemangati, sehingga persaudaraan sejati sungguh kami alami dalam Kristus Tuhan dan juru selamat kami (Amin).

5.     Kisah kehidupan:
a.    Kisah: Pengalaman hidup yang mempersatukan.
(Pendamping menyampaikan kisah di bawah ini dengan gaya dan bahasa yang sesuai dengan peserta)
Kampung Tri Ubaya Sakti (bukan nama sebenarnya) semula adalah sebuah kampung kecil di daerah Transmigrasi. Sekarang kampung itu telah menjadi ramai. Jalan-jalan yang dahulu hanyalah jalam kampung sekarang telah menjadi jalan besar.
Penduduk kampung terdiri dari bermacam-macam suku: ada jawa; Bali; Sunda; Batak bahkan keturunan Tionghoa. Kebanyakan dari mereka adalah petani. Beberapa dari mereka yang tinggal dipinggil jalan besar adalah membuka toko atau warung. Kehidupan mereka lumayan makmur, tetapi hubungan mereka satu dengan yang lain hampir tidak ada. Mereka sibuk dengan urusan masing-masing.
Suatu kali, pemerintah setempat berencana membangun sebuah pusat pertokoan dan mall di areal kampung itu. Masyarakat diminta kerelaannya untuk melepaskan tanah mereka dengan ganti rugi yang kurang memadai. Tentu saja masyarakat sangat marah dan keberatan. Mereka telah bertahun-tahun merintis usaha mereka akan kehilangan dalam sekejap. Untuk memulai usaha dagang di tempat yang baru bukanlah hal yang mudah. Mereka yang bertani, tentu lebih kesulitan lagi dalam memulai bertani di tempat lain.
Keadaan ini mendorong penduduk bersatu dan bergabung secara spontan. Mereka berunding untuk menentukan sikap. Mereka memuntut pemerintah untuk membeli tanah mereka dengan harga pantas dan bukan ganti rugi. Berkat pendampingan para pengacara yang peduli rakyat, tuntutan mereka dikabulkan.
b.   Mendalami Kisah:
( Pendamping mengajak peserta untuk mendalami kisah dengan pertanyaan yang harus dikerjakan secara berkelompok pada kerta yang telah tersedia dalam buku peserta)
Pertanyaan:
1.      Bagaimana keseharian hidup penduduk kampung TUS? Mengapa demikian ?
2.      Bagaimana situasinya ketika pemerintah berencana membangun pertokoan dan Super market di areal kampung TUS ?
3.      Bagaimana kebersamaan di lingkungan kita ?

( Setelah memperhatian jawaban peserta, pendamping merangkum jawaban dengan mengemukakan hal-hal berikut )
·         Warga kampung TUS merasa sudah bisa mencukupi kebutuhan hidup mereka dari hasil usaha mereka sendiri. Mereka merasa tidak perlu menggangu dan tak mau diganggu oleh orang lain. Karena sibuk masing-masing, maka komunikasi antar warga kurang berjalan.
·         Ketika mereka merasa terancam oleh rencana pemerintah , barulah mereka menyadari pentingnya berkomunikasi dengan tetangga. Dalam kebersamaan mereka menjadi kuat.
·         Setiap orang katolik hidup dalam suatu wilayah tertentu, mereka terkumpul dalam Warga Lingkungan.  Tidak dapat dipungkiri ada sementara anggota warga Lingkungan yang hanya sibuk dengan urusannya sendiri. Mereka merasa tidak perlu mengganggu dan tak mau diganggu oleh yang lain. Mereka tidak merasa perlu untuk terikat pada suatu wilayah tertentu.
·         Bagaimana kehidupan bersama yang dikehendaki Allah, sebagai warga Lingkungan ? Kita akan mencari lewat terang Firman Tuhan.
6. Terang firman:

a.      Pujian penghantar Bacaan
b.     Pembacaan dari I Kor 12:12-17

Ay.12   Karena sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak, dan segala anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus.
Ay.13   Sebab dalam satu Roh kita semua, baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, baik budak, maupun orang merdeka, telah dibaptis menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh.
Ay.14   Karena tubuh juga tidak terdiri dari satu anggota, tetapi atas banyak anggota.
Ay.15   Andaikata kaki berkata: "Karena aku bukan tangan, aku tidak termasuk tubuh", jadi benarkah ia tidak termasuk tubuh?
Ay.16   Dan andaikata telinga berkata: "Karena aku bukan mata, aku tidak termasuk tubuh", jadi benarkah ia tidak termasuk tubuh?
Ay.17   Andaikata tubuh seluruhnya adalah mata, di manakah pendengaran? Andaikata seluruhnya adalah telinga, di manakah penciuman?
Ay.18   Tetapi Allah telah memberikan kepada anggota, masing-masing secara khusus, suatu tempat pada tubuh, seperti yang dikehendaki-Nya.
Ay.19   Andaikata semuanya adalah satu anggota, di manakah tubuh?
Ay.20   Memang ada banyak anggota, tetapi hanya satu tubuh.
Ay.21   Jadi mata tidak dapat berkata kepada tangan: "Aku tidak membutuhkan engkau." Dan kepala tidak dapat berkata kepada kaki: "Aku tidak membutuhkan engkau."
Ay.22   Malahan justru anggota-anggota tubuh yang nampaknya paling lemah, yang paling dibutuhkan.
Ay.23   Dan kepada anggota-anggota tubuh yang menurut pemandangan kita kurang terhormat, kita berikan penghormatan khusus. Dan terhadap anggota-anggota kita yang tidak elok, kita berikan perhatian khusus.
Ay.24   Hal itu tidak dibutuhkan oleh anggota-anggota kita yang elok. Allah telah menyusun tubuh kita begitu rupa, sehingga kepada anggota-anggota yang tidak mulia diberikan penghormatan khusus,
Ay.25   supaya jangan terjadi perpecahan dalam tubuh, tetapi supaya anggota-anggota yang berbeda itu saling memperhatikan.
Ay.26   Karena itu jika satu anggota menderita, semua anggota turut menderita; jika satu anggota dihormati, semua anggota turut bersukacita.
Ay.27   Kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya.
Ay.28   Dan Allah telah menetapkan beberapa orang dalam Jemaat: pertama sebagai rasul, kedua sebagai nabi, ketiga sebagai pengajar. Selanjutnya mereka yang mendapat karunia untuk mengadakan mujizat, untuk menyembuhkan, untuk melayani, untuk memimpin, dan untuk berkata-kata dalam bahasa roh.

c.           Butir-butir mutiara firman
(Untuk menemukan butir-butir mutiara firman peserta diarahkan dengan tida tahapan)
                 i.     Permainan:
Salah seorang peserta diminta untuk mengambil suatu benda dan diberikan kepada pendamping. Anak tersebut diminta untuk meceritrakan urutan tindakan yang dilakukannya.
            ii.       Pertanyaan ( Jawaban ditulis pada kolom buku peserta )
·    Apa maksud ayat 27 dan ayat 28
·    Bagaimana perwujudan ayat 27-28 tersebut pada jaman sekarang ( Lingkungan; Stasi; Paroki )
        iii.            Rangkuman.
Pendamping merangkum jawaban peserta dan mengembangkannya sebagai penegasan ajaran.

7. Penegasan ajaran:
Pada ay, 27 Paulus mengatakan dengan jelas :”Kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggota” (Kamu) yang dimaksud Paulus bukan hanya terbatas pada jemaat Korintus saja, tetapi mencakup seluruh umat yang percaya kepada Kristus yang sekarang ini disebut “Gereja”
Bagaimana Gereja terbentuk ?
A.        Pada awalnya Yesus menghimpun 12 orang rasul yang selalu mengikuti Dia kemanapun Dia pergi. Secara khusus mereka dibekali dengan kuasa mengusir roh jahat; melenypkan penyakit dan segala kelemahan (Mat 10:1). Dari antara 12orang rasul itu, Petrus diberi kedudukankhusus:
Ø  Iman Petrus dijadikan untuk mendirikan jemaat Kristus (Mat.16:18)
Ø  Petrus diberi kuasa khusus menjadi pembuka jalan   keselamatan
“Kunci Kerajaan Surga” (Mat.16:19 ).
Selain 12 rasul Yesus mempunyai pengikut yang disebut murid dan orang banyak.
B.        Gereja jaman sekarang;
Dari himpunan 12 rasul, murid-murid dan orang banyak inilah selanjutnya berkembang menjadi Gereja yang sekarang ini. Bdk (KHK 204) Gereja adalah himpunan semua orang yang dibabtis, menjadi satu kawanan Umat Allah terdiri dari Hirarki dan Awam:
Hirarki, sebagai kelanjutan dari kedua belas rasul terdiri atas :
1.     Paus dan para Uskup
Paus: menggantikan kedudukan Petrus (KHK 331)
Paus sebagai pengganti Petrus, berkedudukan  sebagai Uskup Roma dan sekaligus koordinator dari para Uskup. Paus juga sebagai Gembala Utama yang pertama di antara para Uskup dan pemegang kekuasaan kegembalaan tertinggi dalam kesatuan dengan para uskup di seluruh dunia.
Para Uskup menggantikan peran dari 12 rasul.
2.     Para imam ( biarawan dan imam diosis )

Kaum beriman awam: sebagai kelanjutan dari murid dan orang banyak pada jaman Yesus. Kaum beriman awam ada juga yang hidup sebagai biarawan (bruder / suster ) dan awam yang hidup berkeluarga.
Maka Gereja sekarang ini adalah himpunan Umat Allah yang percaya pada Kristus, yang dibabtis terdiri dari kaum Hirarki dan kaum awam sebagai kesatuan. Itulah makna ungkapan GEREJA adalah KITA.
C.        Gereja ( Hirarki dan Awam) bersama-sama menerima tugas perutusan untuk melanjutkan karya keselamatan Kristus kepada seluruh umat manusia ( KHK 209 ).
Gereja Keuskupan Tanjungkarang:
Penghayatan dan arah hidup menggereja di keuskupan ini dirumusklan dalam Perpasgelar I dan II sebagai berikut: Gereja Keduskupan Tanjungkarang adalah Umat Allah (Hirarki & Awam) yang bersama-sama mengembara di dunia ( Sang Bumi Ruwa Jurai) ini, yang terus menerus mencari untuk menemukan Rumah Bapa di Surga.
D.        Kristus menghendaki seluruh JemaatNya menjadi satu dan dijadikan satu Tubuh  dengan Kristus sebagai kepalanya demi melayani perkembangan seluruh jemaat ( Bdk I Kor 12:12-27)
E.         Himpunan Umat Allah:
Untuk memelihara; membina dan memperkembangkan seluruh Gereja dan agar pelayanan dalam Gereja bisa terpadu secara rapi dan efektif, maka jemaat dihimpun dalam kelompok-kelompok berdasarkan domisili di Indonesis kelompok-kelompok tsb :
E1. Gereja katolik Indonesia.
     Jemaat katolik di seluruh wilayah NKRI adalah Gereja Katolik Indonesia, digembalakan bersama-sama oleh himpunan para Uskup dalam wadah Konferensi Wali Gereja Indonesia  (KWI) bdk ( KHK 447).
E.2 Propinsi Gerejani:
     Gereja Katolik Indonesia dihimpun dalam kelompok-kelompok yang lebih kecil yang disebut Provinsi Gerejawi. Provinsi Gerejawi terdiri dari beberapa Keuskupan yang dikoordinir oleh seorang Uskup Agung. Keuskupan yang ditinggali oleh Uskup Agung disebut Keuskupan Agung, sementara keuskupan lainnya disebut keuskupan Sufragan.
E.3Keuskupan ( Gereja Partikular)
     Menurut KHK 368: Keuskupan merupakan bagian dari Umat Allah, yang dipercayakan kepada Uskup untuk digembalakan dalam kerja sama dengan para imam, membentuk Gereja partikular yang secara mandiri menghdirkan Gereja secara penuh dan utuh.
E.4Paroki; Stasi dan Kring/Lingkungan.
     KHK 515: Paroki adalah jemaat tertentu kaum beriman Kristiani yang reksa pastoralnya oleh Uskup dipercayakan pada Pastor Paroki sebagai gembalanya sendiri.
     Untuk memudahkan pembinaan dan pengkoordinasian kegiatan pelayanan, jemaat separoki dihimpun dalam kelompok yang lebih kecil yakni Stasi dan Lingkungan/Kring
·         Stasi kegiatan reksa pastoral dikoordinir Dewan Stasi
·         Kring/Lingkungan kegiatan pastoral dikoordinir Pengurus Lingkungan/Kring.
    E.5 Komunitas Basis:
        Kring atau Lingkungan merupakan himpunan terkecil jemaat Katolik. Peran Kring / Lingkungan sangat pokok yakni menjadi garis depan dan ujung tombak perkembangan serta perjuangan Gereja.
·         Baik-buruknya Gereja tergantung dari baik/buruknya jemaat Kring/Lingkungan yan ada.
·         Kesatuan dan kekompakan Gereja tergantung  kekompakan dan kesatuan semua warga Kring/Lingkungan,
·         Maju mundurnya ditentukan oleh semua warga Kring/Lingkungan.Wajib disadari bahwa seluruh warga Kring/ Lingkungan mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk mewujudnyatakan komunio. Komuni kudus dalam Perayaan Ekaristi mempunyai makna iman bila terwujudnyata di dalam komunitas basis gerejawi. Oleh karena itu pertemuan-pertemuan rutin di lingkungan akan sangat penting artinya dalam membangun jemaat.

8.   Refleksi:
(dalam keheningan diiringi pujian instrumental lembut)
Kita masing-masing adalah anggota dari himpunan jemaat yang digembalakan pastor paroki dan kegiatan pelayanannya dikoordinir oleh ketua lingkungan bekerjasama dengan pengurus lingkungan. Sebagai anggota dari himpunan jemaat, marilah mengadakan introspeksi diri:
·       Sadarkah anda bahwa sebagai warga himpunan jemaat tidak pernah bisa berdiri sendiri secara penuh, bahwa anda membutuhkan anggota jemaat lainnya, dan anda sendiri dibutuhkan oleh mereka?.................
·       Apakah anda sudah peduli terhadap kehidupan teman dan tetangga, ataukah sebaliknya hanya sibuk memikirkan kepentingan sendiri tanpa memikirkan kepentingan orang lain?
·       Sejauh mana anda menanggapi positif himbauan, ajakan dan arahan dari ketua lingkungan dan pengurus lainnya?
·       Sejauh mana anda melibatkan diri dalam kegiatan lingkungan : latihan koor? Pertemuan mingguan/bulanan? Pertemuan pembinaan? Pertemuan dan persekutuan doa? Kegiatan-kegiatan sosial?
·       Sejauh mana anda ambil bagian aktif , bukan sekedar hadir saja dalam pertemuan-pertemuan jemaat/kelompok kecil?

9.               Doa spontan diakhiri doa Bapa Kami.
10.         Pujian penutup dan mohon berkat Allah.
11.         Tugas: rumuskan dengan jujur niat anda untuk berbenah diri agar menjadi warga lingkungan yang dewasa dan bertanggung jawab.






Pertemuan Kelima :
GEREJA DIUTUS
Menghadirkan Kristus dalam masyarakat


Tujuan:  Menyadari bahwa seluruh Gereja diutus untuk melanjutkan karya keselamatan Kristus kepada seluruhumat manusia. Maka setiap orang beriman mengemban amanatuntuk menghadirkan Kristus dalam masyarakat

Gagasan Dasar:
Dalam amanat terakhirNya sebelum naik ke surga Yesus menyampaikan amanat: “Pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKu dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus.”
Amanat tersebut mengandung tiga unsur di dalamnya:
·       Pergi berarti bergerak maju, dinamis, tidak berhenti ditempat/mandheg.
·       Menjadikan semua bangsa murid Kristus bukan hanya mengandung arti sempit menjadikan katolik saja, tetapi juga harus difahami dalam arti yang luas: mengenalkan prinsip ajaran Yesus (kebenaran, kejujuran, cinta kasih, optimisme dsb) ke dalam masyarakat.
·       Membaptis dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus itu artinya menenggelamkan ke dalam kehidupan Allah Tritunggal.
Gereja baru bisa mengamalkan amanat Kristus sepenuhnya bila selain membina kehidupan menjemaat yang baik berhasil membawa prinsip-prinsip ajaran Kristus ke dalam praktek kehidupan bersama mulai dari lingkup yang kecil samai lingkup paling luas yaitu kehidupan berbangsa dan bernegara.

Langkah (proses pendampinhgan)

1.     Puji-pujian awal
2.     Tanda salib dan salam
3.     Pengantar
Tugas perutusan kita bukan hanya mengupayakan kehidupan menjemaat yang baik saja, tetapi kita juga diutus untuk membawa, mengenalkan dan mempraktekkan prinsip ajaran Kristus dalam kehidupan bermasyarakat.
Dengan demikian maka Kristus dimuliakan oleh semua orang.
Bagaimana mengupayakannya? Ini yang akan kita dalami dalam pertemuan ini.

4.     Doa pembuka:
Allah, Bapa yang maha pengasih dan penyayang.
Kami bersyukur kepadaMu atas himpunan-himpunan masyarakat yang kini memenuhi bumi ciptaanMu. Kami syukuri kebhinekaan yang Kau taburkan dalam masyarakat kami. Walaupun berbeda kebudayaan, suku ras dan agama namun dapat hidup bersama, saling menghargai dan saling membantu dalam semangat kerjasama.
Sudilah Engkau memupuk semangat persaudaraan antar warga masyarakat. Hindarkan perpecahan diantara kami. Jadikanlah kami alatMu untuk menggarami masyarakat dengan cinta dan semangat persaudaraan sejati, demi kemuliaan Kristus Tuhan dan Juru Selamat kami. Amin.

5.   Kisah kehidupan
a.Kisah: Demo “Ibu Peduli Susu” diadili.
   (diringkas dari kisah dalam buku Katekese calon krisma halaman 58-60)
   Syair “Kasih ibu kepada beta, tak terhingga sepanjang masa. Hanya memberi, tak harap kembali, bagai sang surya menyinari dunia” melantun mengiringi persiangan astronom Dr. Karlina Leksono di pengadilan negeri Jakarta Pusat, kemarin pukul 10.30, dinyatakan terbuka untuk umum (4/3/98).
   Para biarawati mengumandangkan lagu itu setengah suara membuat suasana persidangan menjadi haru. Ratusan pengunjung yang menyesaki ruangan sidang ikut tersentuh mengiringi para biarawatiSehingga terdengar seperti bidadari kecil mengagungkan ibunya.
   Karena pengunjung sangat padat, sejumlah wartawan meminta agar persidangan menggunakan pengeras suara.“Soalnya perkara ini walau kasusnya kecil, tapi menyangkut kepentingan orang banyak” kata wartawan. Hakim Endang menyetujui.
   Sebelum penuntut umum membacakan dakwaan, hakim buka suara: “Saudara terdakwa supaya mendengarkan baik-bai. Penyidik menuduh Saudara melakukan arak-arakan dan menggelar spanduk tanpa ijin. Perbuatan itu melanggar tindak pidana fasal 510 KUHP. Apakah terdakwa bertiga mengerti dakwaan ini?” Tanya Endang kepada Karlina, Wilarsih dan Gadis. Pertanyaan hakin Endang dijawab Karlina: “Mengerti Bu.”
Setelah itu Endang memberi kesempatan terdakwa dan pembela membacakan pleidoinya. Pada prinsipnya ketiga terdakwa dan penasehat hukumnya menolak tuduhan melakukan arak-arakan dan memasang spanduk di depan Bundaran Hotel Indonesia. “Yang kami lakukan adalah membaca puisi, menyanyi dan berdoa. Membagi-bagi bunga dan spanduk yang berisi hati murni tanpa dilatar belakangi politik,” ujar mereka.
   Mereka menganggap demo peduli susu bukan pelanggaran hukum karena yang diperjuangkan adalah kepentingan anak-anak yang kelak menjadi penerus bangsa.
        b.Mendalami kisah
           b.1. Pertanyaan:
·       Apa yang sebenarnya diperjuangkan Dr Karlina dan kawan-kawan dengan menggelar “demo peduli susu”?
·       Dr Karlina cs berdemo dengan membaca puisi, berdoa bernyanyi dan membagi-bagi bunga. Menurut anda apakah cara tsb lebih baik pengaruhnya dibandingkan dengan berpidato? Mengapa?
·       Perkara yang disidangkan kecil, tetapi pengunjung persidangan sangat banyak. Menurut anda apa penyebabnya?
b.2. Penegasan pemandu (rangkuman jawaban peserta)   
·       Dr Karlina dan kedua kawannya sangat menaruh minat atas kepentingan anak-anak yang kelak menjadi penerus bangsa. Mereka memperjuangkannya dengan menggelar demo dengan pembacaan puisi, berdoa, bernyanyi dan membagi bunga. Cara tersebut lebih menyentuh hati dan perasaan dibandingkan dengan pidato-pidato yang bagus.
·       Dr Karlina cs sangat peduli terhadap masalah yang menyangkut hari depan bangsa dan negara. Mereka tidak tinggal diam. Mereka bergerak menyadarkan orang banyak akan kepentingan bangsa dan negara di masa yang akan datang. Cara yang dipilih adalah demo.
·       Ternyata kegiatan mereka disambut positif oleh banyak orang, ini tebukti dari suasana persidangan, yang meskipun perkaranya tergolong kecil (ringan) tetapi pengunjung sidang sangat banyak.
·       Apakah yang dilakukan Dr Karlina dan ketiga temannya melaksanakan tugas perutusan Kristus? Mari kita mencari terang Firman Tuhan.
6.   Mendengarkan Firman:
a.Pembacaan Injil Lukas 4: 18-23
18."Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku
19.   untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang."
20.   Kemudian Ia menutup kitab itu, memberikannya kembali kepada pejabat, lalu duduk; dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya.
21.   Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: "Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya."
22.   Dan semua orang itu membenarkan Dia dan mereka heran akan kata-kata yang indah yang diucapkan-Nya, lalu kata mereka: "Bukankah Ia ini anak Yusuf?"
23.   Maka berkatalah Ia kepada mereka: "Tentu kamu akan mengatakan pepatah ini kepada-Ku: Hai tabib, sembuhkanlah diri-Mu sendiri. Perbuatlah di sini juga, di tempat asal-Mu ini, segala yang kami dengar yang telah terjadi di Kapernaum!"

b.Mendalami butir-butir mutiara firman.
v Inti pokok perikop ini.
Yesus menghadapi masyarakat yang di dalamnya banyak orang miskin, tertindas, tertawan dan terbelenggu dosa. Dan Yesus dengan tegas mengatakan bahwa tugasNyalah untuk melepaskan atau membebaskan mereka itu dari belenggu penderitaan baik lahir maupun batin (dosa). Pada saat itu Yesus tampil sebagai Pembawa Kabar Gembira bagi mereka yang tertindas, yang miskin, yang sakit, dan yang tertawan. Yesus “Pembebas”. Dari mana kekuatan untuk dapat menyuarakan Kabar Gembira itu? Dia berkata : Roh Tuhan ada padaKu, Ia telah mengurapi Aku, Ia telah mengutus Aku!” Roh Kudus telah berperan dalam diri Yesus.
v Pengembangan
Pada saat-saat terakhir sebelum naik ke surga Yesus melimpahkan tugas perutusanNya kepada para rasul:”Pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKu” (Mat 28:19). Amanat ini singkat tapi mendasar. Yesus melimpahkan tugas perutusanNya kepada para rasul. Menjadikan murid Kristus berarti melanjutkan apa yang telah mulai dikerjakan oleh Kristus.
Amanat tersebut bukan hanya berlaku bagi para rasul tetapi juga bagi semua pengikut Kristus termasuk kita sekarang ini.
Kita semua,masing-masing pribadi dan bersama-sama diutus untuk membawa Kristus ke tengah masyarakat yang penuh dengan orang-orang miskin, orang-orang tertindas dan orang-orang yang terbelenggu dosa dan jauh dari cinta kasih, kebenaran dan kejujuran.

7.   Refleksi (situasi hening diiringi pujian instrumental lembut)
v Santo Paulus berkata: “Celakalah aku kalau aku tidak mewartakan Injil (1 Kor 9:16). Setiap orang kristiani diharapkan mampu untuk menciptakan budaya hidup dalam kasih, kebenaran dan keadilan, agar terciptakan suatu kehidupan baru yang dikehendaki Allah.
v Dr Karlina dkk berani berbuat sesuatu karena sadar bahwa situasi sekarang menuntut setiap orang memperjuangkan kebenaran dan keadilan, untuk berbicara dan bertindak, walaupun resikonya ditangkap dan diadili.
v Gereja dengan berbagai cara menyuarakan dengan kejujuran adanya kemerosotan moral yang mengakibatkan kesengsaraan dan penindasan terhadap rakyat kecil. Dengan nota-nota pastoralnya Gereja mengajak setiap orang kristiani menyuarakan kebenaran, keadilan, persaudaraan sejati dan menjunjungtinggi martabat pribadi manusia, siapapun orangnya dan apapun agamanya.
v Sampai saat ini apa yang telah aku perbuat menghadapi perlakuan yang tidak adil dan tindakan yang berlawanan dengan kebenaran dan cinta kasih: di rumah ....., di sekolah ..... dan dalam pergaulan di tengah masyarakat?

8.          Doa spontan diakhiri doa Bapa Kami.
9.          Pujian Penutup
10.    Tugas
v Rumuskan niat anda untuk peduli terhadap situasi lingkungan.
v Buatlah doa agar niatmu itu dapat terlaksana.





Pertemuan Ke enam:
ROH KUDUS JIWA GEREJA

Tujuan :
Menyadari bahwa Gereja hidup dan berkembang karena Roh Kudus berkarya di dalamnya. Anggota Gereja (kita semua) hanya bisa maju dan berkembang dalam iman bila Roh Kudus ada dalam hati kita dan menggerakkan dari dalam.

Gagasan Dasar:
a)   Gereja lahir karena Roh Kudus. Kehadiran Roh Kudus dalam peristiwa Pantekosta dan pencurahan Roh dalam hati para rasul sampai mereka penuh dengan Roh Kudus menimbulkan semangat untuk bersaksi, maka lahirlah Gereja Perdana (Kis 2:4, 14-42).
b)  Karena dijiwai oleh Roh Kudus maka Gereja Perdana tumbuh dan berkembang menjadi jemaat yang kompak bersatu, semangat solidaritasnya sangat tinggi dan tekun mengikuti pengajaran para rasul (Kis 2: 43-47).
c)   Roh Kudus yang dicurahkan kepada para rasul adalah Roh yang dijanjikan Kristus sendiri yang akan membantu semua pengikutNya memahami ajaran Kristus dan mentaati semua perintahNya (Yoh 14:26).
d)  Roh Kudus membantu jemaat untuk beriman dan dengan penuh kesetiaan, karena dalam Roh Kudus itu Allah turut bekerja dalam segala hal untuk mendatangkan kebaikan kepada mereka yang percaya kepadaNya (Rom 8:26-29).

Pola pendampingan:

      Bertitik tolak dari pengalaman para rasul menerima pencurahan Roh Kudus pada peritiwa Pantekosta, peserta dibimbing menyadari bahwa Roh yang dicurahkan kepada para rasul juga dijanjikan untuk dicurahkan kepada kita semua.

Langkah-langkah (proses pendampingan)

1)  Puji-pujian awal

2)  Tanda salib dan salam

3)  Pengantar:
Roh Kudus memegang peranan sentral dalam penghayatan iman yang dinamis dalam kehidupan beriman kristiani. Sejak awal berdirinya Gereja, Roh Kuduslah yang menjiwai para rasul untuk bersaksi dan mendorong para jemaat untuk hidup dalam kesatuan jemaat yang tekun beribadah, tekun mengikuti pengajaran dan sifat sosialnya tinggi.
Dalam pertemuan ini akan kita renungkan bahwa Roh Kudus yang dulu dicurahkan kepada para rasul juga dijanjikanuntuk kita semua. Maka marilah berdoa agar janji itu terlaksana.

4)  Doa pembuka: Mazmur 111
Marilah berdoa:
Allah yang Mahabesar, aku bersyukur dengan segenap hati. Mahabesar Engkau, perbuatan-perbuatanMu layak diketahui dan diingat oleh semua orang yang menyukainya.
Tindakan-tindakanMu yang ajaib membuat kami semakin mengenal Engkau. Engkau adalah Allah yang mengasihi dan memperhatikan semua orang. Engkau memberi rejeki kepada orang-orang yang lapar. KaryaMu adalah kebenaran dan keadilan, segala sabdaMu teguh, kokoh untuk selamanya. Biarlah RohMu berkarya dalam diri kami, dan kami bersatu dalam pujian, kini dan sepanjang masa. Amin.

5)  Mendengarkan firman
a. Pujian penghantar bacaan.
b.Pembacaan dari Kisah Para Rasul 2:4-5, 14, 22-24, 37-41

Gereja lahir karena karya Roh Kudus
Ay.4:     Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai  oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.
Ay.5:     Waktu itu di Yerusalem diam orang-orang Yahudi yang saleh dari segala bangsa di bawah kolong langit.
Ay.14:    Maka bangkitlah Petrus berdiri dengan kesebelas rasul itu, dan dengan suara nyaring ia berkata kepada mereka: "Hai kamu orang Yahudi dan kamu semua yang tinggal di Yerusalem, ketahuilah dan camkanlah perkataanku ini.
Ay.22:   Hai orang-orang Israel, dengarlah perkataan ini: Yang aku maksudkan, ialah Yesus dari Nazaret, seorang yang telah ditentukan Allah dan yang dinyatakan kepadamu dengan kekuatan-kekuatan dan mujizat-mujizat dan tanda-tanda yang dilakukan oleh Allah dengan perantaraan Dia di tengah-tengah kamu, seperti yang kamu tahu.
Ay.23:    Dia yang diserahkan Allah menurut maksud dan rencana-Nya, telah kamu salibkan dan kamu bunuh oleh tangan bangsa-bangsa durhaka.
Ay.24:    Tetapi Allah membangkitkan Dia dengan melepaskan Dia dari sengsara maut, karena tidak mungkin Ia tetap berada dalam kuasa maut itu.
Ay.37:    Ketika mereka mendengar hal itu hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain: "Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?"
Ay.38:    Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.
Ay.39:    Sebab bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita."
Ay.40:    Dan dengan banyak perkataan lain lagi ia memberi suatu kesaksian yang sungguh-sungguh dan ia mengecam dan menasihati mereka, katanya: "Berilah dirimu diselamatkan dari angkatan yang jahat ini."
Ay.41:    Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.

c.    Pemahaman firman

Pertanyaan:
1)  Sehabis Tuhan Yesus disalibkan para rasul ketakutan, mereka bersembunyi di Zenakel dengan pintu terkunci. Sembilan hari mereka berdoa menantikan kedatangan Roh Kudus.  Apa yang terjadi setelah para rasul dipenuhi Roh Kudus pada peristiwa Pentakosta ?
2)  Apa jawaban Petrus menanggapi pertanyaan orang-orang yang mendengar Khotbah Petrus ?
3)  Menurut Petrus : apa yang akan diperoleh jika orang memberi dirinya untuk dibaptis ?

6)    Rangkuman oleh pendamping:
·    Roh Kudus sangat berperan dan menjadi jiwa Gereja.
·    Gereja lahir karena Roh Kudus berkarya dalam diri para rasul
·    Mereka yang tadinya ketakutan, setelah kepenuhan Roh Kudus berubah menjadi berani bersaksi tentang siapa sebenarnya Kristus itu : Dialah utusan pilihan Allah untuk memenuhi janji-janji yang diwahyukan selama Perjanjian Lama, yang kedatanganNya di dunia justru ditolak dan bhkan dibunuh di kayu salib, namun karena kuasa Allah membangkitkan Dia dari alam maut pada hari ketiga setelah penyalibanNya. Dan Ia mengutus Roh Kudus pada peristiwa Pentakosta.
·    Mereka yang percaya, memberi diri dibaptis. Saat itu jumlahnya tiga ribu jiwa. Lahirlah Gereja perdana.
·    Berkat Roh Kudus dan karunia-karuniaNya, yang dicurahkn kepada mereka yang memberi diri dibaptis, mereka mampu menjadikan Gereja perdana menjadi himpunan yang kuat imannya, tekun mendengarkan pengajaran dan tekun beribadat serta memiliki solidaritas yang sangat tinggi.

7)              Pengembangan dan penegasan ajaran:
a. Roh Kudus adalah Roh Kristus, yang diutus Bapa dalam nama Yesus untuk melahirkan, menjiwai dan membimbing persekutuan murid-murid Yesus sepanjang masa yakni Gereja.
b. Roh Kudus yang aktif bekerja dalam Gereja mencurahkan karunia-karunia Roh bagi setiap warga Gereja (kita semua) agar masing-masing dapat berfungsi membangun GerejaNya.
c. Roh Kuduslah yang menjadikan seseorang menjadi manusia baru sebagai anak Allah, dan membimbing untuk hidup menurut Roh dengan kekuatan Roh Kudus.
d. Roh Kudus bekerja pada setiap warga bukan untuk kepentingan pribadi masing-masing, tetapi untuk seluruh warga Gereja menjadi satu tubuh yakni TUBUH KRISTUS.
e. Roh mendorong setiap warga Gereja untuk melibatkan diri secara aktif dalam pembangunan Gereja dan masyarakat.
f.   Atas jiwa semangat dan dorongan Roh Kudus, Gereja mampu menjadi garam dan terang dunia, peduli terhadap nasib manusia, demi terciptannya dunia baru yang penuh dengan kebenaran, keadilan dan cinta kasih.
g. Roh Kudus,Roh Kristus yang tidak nampak, tidak mungkin ditangkap dengan panca indra biasa, Roh Kudus hanya dapat dipahami dan dilihat dengn kacamata iman. Namun manusia perlu sesuatu yang dapat dirasa, dilihat dan diraba untuk dapat memahami kehadiran Ruh Kudus. Oleh karena itu gereja menyelenggarakan upacara resmi yaitu penerimaan Sakramen Krisma. Diharapkan dengan tanda / lambang yang digunakan dalam sakramen Krisma itu, mereka yang menerimanya dapat merasakan kehadiran dan karya Roh Kudus itu dalam dirinya.
h. Sejak pertengan abad 20, Gereja sedunia di  bawah dorongan Roh Kudus, dalam konsili Vatikan ke II mengadakan pembaharuan hidup menggereja lewat:
1.     Pembaharuan Penghayatan Kitab Suci:
Ø Firman Allah/Kitab Suci dijadikan norma utama iman Kristiani.
Ø Setiap umat katolik dihimbau membaca Kitab Suci sebagai bacaan rohani
2.     Pembaharuan Liturgi: supaya umat beribadat secara sunguh-sungguh, sepenuhnya, benar dan jujur.
3.     Pembaharuan Katekese: supaya umat memiliki pegetahuan yang benar tentang Kristus, teguh imannya dan tidak mudah terpengaruh ajaran yang menyesatkan.
4.     Pembaharuan hidup bermasyarakat:agar umat peduli terhadap situasi yang terjadi dilingkungan sekitarnya, masyarakat umum, kehidupan brbangsa dan bernegara.

8)              REFLEKSI ( dalam keheningan, diiringi instrumental lembut )
·         Berkat dorongan Roh Kudus, para rasul menjadi berani mewartakan kebenaran tentang Kristus. Bagaimana anda sendiri ? Beranikah anda bersaksi dalam menghadapi situasi yang menantang/ menyulitkan ?
·         Berkat dorongan Roh Kudus pula jemaat Perdana membangun kehidupan bersama yang rukun bersatu, bertekun dalam pengajaran dan tekun dalam peribadatan. Sejauh manakah anda telah ambil bagian dalam upaya pembinaan Lingkungan / stasi / paroki agar kehidupan berasma sebagai jemaat sungguh bersatu dan tekun dalam pengajaran dan peribadatan ?
·         Apakah anda rajin menghadiri pertemuan-pertemuan ?
·         Apakah anda tekun mengikuti pembinaan Iman ?
·         Apakah anda setia melibatkan diri dalam kegiatan Kring / Stasi / Paroki ?
9)              Doa spontan diakhiri dengan Doa Bapa Kami.

10)        Mohon Berkat

11)        Pujian Penutup

12)        Penugasan:
a)   Kegiatan apa saja yang ada di Lingkungan / Stasi / Parokimu?
b)  Hambatan apa saja yang anda alami dalam mengikuti kegiatan  Lingkungan / Stasi / Paroki ?
c)   Apa usaha yang telah anda lakukan untuk mengatasinya ?



Pertemuan ke tujuh:
MENERIMA KARUNIA ROH KUDUS
Dan menghasilkan buah Roh

Tujuan :
1.   Memahami dan menyadari karunia-karunia Roh yang dicurahkan Roh kudus kepada setiap anggota Gereja.
2.   Menanggapi karunia Roh dalam sikap dengan berupaya untuk menghasilkan buah Roh demi pembangunan Gereja.

Gagasan Dasar:
o  Sejak sebelum lahirnya Gereja, Kristus telah menegaskan bahwa Roh Kudus memiliki peran yang sangat meentukan dalam kehidupan para pengikutnya. Yesus berkata:”Jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu (Yoh 16:7). Semuanya itu Kukatakan kepadamu, selagi Aku berada bersama-sama dengan kamu, tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam namaKu, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu, dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah kukatakan kepadamu.” (Yoh 14:25-26)
o  Santo Paulus menambah wawasan kita tentang karya Roh Kudus. Kedatangan Roh Kudus akan membawa macam-macam karunia agar supaya anggota Gereja mampu melayani dan mengembangkan Gereja ( 1 Kor 12:7-11). Dan terlebih lagi Roh itu akan membantu dalam segala kelemahan kita, membantu kita untuk berdoa, untuk mengenal Bapa dan juga turut bekerja dalam segala hal untuk mendatangkan kebaikan bagi kita (Roma 8:26-29). Dan dengan demikian maka kita mampu untuk menghasilkan buah-buah Roh dalam kehidupan sehari-hari (Gal 5:22).
o  Gereja mengajarkan ada 7 anugerah Roh Kudus bagi setiap orang yang disebut Sapta Karunia (PS No 91).

Langkah-langkah (proses pendampingan)

1.     Puji-pujian awal
2.     Tanda salib dan salam
3.     Pengantar
Roh Kudus dikenali gerakanNya yang mempegaruhi hidup para rasul sebagai Roh Pembaharu dan pemersatu. Gereja perdana lahir berkat Roh yang berkarya dalam diri para rasul (pertemuan minggu lalu). Roh itu juga membawa karunia-karunia untuk membantu semua anggota Gereja untuk selalu membaharui diri dan memahami karunia-karunia itu dan memohon agar Roh berkenan menganugerahkan karuniaNya sehingga kita mampu menghasilkan buah-buah Roh dalam kehidupan kita.

4.     Doa pembuka:
Marilah berdoa: bapa di surga, kami telah Kau persatukan sebagai umat dalam persekutuan para kudus. Engkau telah mencurahkan kuasa Roh KudusMu dalam diri para rasul, sehingga mereka memiliki corak hidup baru yang penuh keyakinan dan keberanian bersaksi tentang Yesus Juru selamat kami. Kini kami mohon curahkanlah karunia-karuniaMu kepada kami, agar kamipun menjadi orang beriman dewasa dan bertanggungjawab, dan berani memberikan kesaksian bahwa Yesuslah Juru Selamat dunia, kini dan sepanjang masa. (Amin)

5.     Kisah kehidupan (katekese Calon Krisma hlm 21-22)

Pertanyaan Glenda Rose

Glenda Rose adalah seorang gadis muda kristiani berusia 17 tahun. Setiap pagi sebelum berangkat sekolah, ia selalu menyempatkan diri untuk melakukan doa pagi di Gereja Santo Stefanus, yang tidak jauh letaknya dari tempat tinggalnya. Setiap kali Glenda Rose memasuki gedung gereja itu, setiap kali pula ia merasa takjub dan kagum. Papan pengumuman di luar gedung Gereja selalu penuh dengan bermacam-macam pemberitahuan, misalnya: petugas liturgi hari minggu, rencana ziarah, program katekese, dan lain-lain.

Ada macam-macam peralatan seperti: lonceng besar yang pada jam-jam tertentu tidak bosan-bosan mengingatkan umat untuk berdoa, bangku-bangku panjang yang berderet-deret di dalam gereja, patung-patung, stasi-stasi jalan salib, altar, bejana permandian, lilin-lilin, dan kitab suci ukuran jumbo, juga ruang koor yang dilengkapi beberapa mikrophone.

Banyak sekali benda dan ruang khusus yang akan berfungsi penuh bila pada hari minggu dan hari raya gereja dipenuhi umat. Glenda sering bertanya dalam hati: apa yang mendorong mereka membangun gedung dan mengadakan segala perlengkapan itu? Mengapa banyak orang mau terlibat dalam kegiatan kegerejaan sebanyak itu?

Glenda Rose juga bingung terhadap bingung terhadap dirinya sendiri: apa yang mendorong dirinya setiap pagi setiap pagi berdoa di gereja ini, padahal bisa saja ia bangun agak siang dan langsung berangkat sekolah.

6.     Mendalami kisah:

Pertanyaan:
1.          Glenda Rose tahu banyak peralatan yang ada di dalam gereja, banyak kegiatan pelayanan dari papan pengumuman. Di lingkungan/stasi/paroki ada banyak kegiatan apakah anda tekun mengikutinya? (lihat tugas minggu kemarin!)
2.          Glenda Rose jaga bertanya: apa yang mendorong dirinya rajin setiap hari berdoa di gereja. Apakah anda tahu jawabannya? Katakan!

7.     Mencari terang firman Tuhan.
a)              Pembacaan dari 1 Kor 12:1-11
Ay.1       Sekarang tentang karunia-karunia Roh. Aku mau, saudara-saudara, supaya kamu mengetahui kebenarannya.
Ay.2       Kamu tahu, bahwa pada waktu kamu masih belum mengenal Allah, kamu tanpa berpikir ditarik kepada berhala-berhala yang bisu.
Ay.3       Karena itu aku mau meyakinkan kamu, bahwa tidak ada seorangpun yang berkata-kata oleh Roh Allah, dapat berkata: "Terkutuklah Yesus!" dan tidak ada seorangpun, yang dapat mengaku: "Yesus adalah Tuhan", selain oleh Roh Kudus.
Ay.4       Ada rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh.
Ay.5       Dan ada rupa-rupa pelayanan, tetapi satu Tuhan.
Ay.6       Dan ada berbagai-bagai perbuatan ajaib, tetapi Allah adalah satu yang mengerjakan semuanya dalam semua orang.
Ay.7       Tetapi kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan bersama.
Ay.8       Sebab kepada yang seorang Roh memberikan karunia untuk berkata-kata dengan hikmat, dan kepada yang lain Roh yang sama memberikan karunia berkata-kata dengan pengetahuan.
Ay.9       Kepada yang seorang Roh yang sama memberikan iman, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menyembuhkan.
Ay.10     Kepada yang seorang Roh memberikan kuasa untuk mengadakan mujizat, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk bernubuat, dan kepada yang lain lagi Ia memberikan karunia untuk membedakan bermacam-macam roh. Kepada yang seorang Ia memberikan karunia untuk berkata-kata dengan bahasa roh, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menafsirkan bahasa roh itu.
Ay11      Tetapi semuanya ini dikerjakan oleh Roh yang satu dan yang sama, yang memberikan karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus, seperti yang dikehendaki-Nya.

b)         Memahami butir-butir mutiara firman
Pertanyaan:
Tuliskan apa yang mau diajarkan Paulus dalam ayat-ayat berikut ini:
1 Kor 12:1-3
1 Kor 12:4-6 dan
1 Kor 12:7-11

8.     Rangkuman dan penegasan ajaran.
I.        Glenda Rose mengalami dorongan Roh Kudus dari dalam dirinya sendiri. Meskipun dia sendiri tidak mengetahui dorongan itu berasal dari mana, tetapi ia benar-benar mengalaminya. Itu karunia luar biasa yang tidak dialami setiap orang. Yang dirasakan adalah bahwa ia rajin tiap hari berdoa di gereja.
II.    Santo Paulus mengajarkan bahwa orang dapat memuliakan Allah itu karena digerakkan oleh Roh Kudus. Dan Paulus berpesan agar kita yakin akan hal itu, karena itulah kebenaran yang sesungguhnya ( I Kor 12 : 1-3 ). Dalam Suratnya kepada jemaat di Roma Paulus juga mengatakan : Roh itu menjadikan kita layak menyebut Allah sebagai Bapa ( Roma 8:15 ). Roh Kudus jga membantu kita dalam kelemahan kita, membantu kita untuk bisa berdoa ( Roma 8:26 ), dan dalam Roh Kudus itu Allah turut bekerja dalam segala hal untuk mendatangkan kebaikan ( Roma 8:29 ). Itu semua adalah karunia-karuia Roh Kudus.
III.          Selanjutnya Paulus menegaskan bahwa setiap orang mem-peroleh karunia yang berbeda-beda, tetapi karunia itu diberikan untuk melayani kepentingan bersama demi pembangunan Gereja. Ada yang diberikan pengetahuan sehingga ia bisa mengajar agama dan sekolah minggu, ada yang diberi keterampilan untuk melatih misdinar dan koor, ada lagi yang diberi keterampilan untuk mengkoordinir kegiatan bersama, dan yang lain lagi diberi keterampilan melukis dan merangkai bunga. Tujuannya adalah supaya seluruh umat bisa beribadah, memuliakan Allah dengan baik dan semakin kuat imannya.
IV.         Gereja sendiri mengajarkan bahwa ada tujuh karunia Roh kudus, yaitu Sapta karunia seperti yang tercantum dalam PS No 91. Ada lagi karunia-karunia khusus: bahasa Hikmat, bahasa Pengetahuan, bahasa Nubuatan, bahasa Roh, penafsiran bahasa Roh, karunia Iman, penyembuhan dan mengadakan mukjijat. Bila karunia diberikan , maka orang akan merasakannya.
V.   Bagi kita sekarang ini yang utama adalah mengupayakan agar Roh Kudus yang akan dicurahkan secara khusus dalam penerimaan sakramen krisma nanti benar-benar berkarya, sehingga kita mampu menghasilkan buah-buah Roh yang disebut Paulus dalam Gal 5: 22.
9.     Refleksi ( hening-diiringi instrumental lembut )
Roh Kudus, yang adalah Roh Kristus menganugerahkan karunia-karunia kepada setiap anggota Gereja agar setiap anggota Gereja mampu melaksanakan fungsinya demi pembangunan Gereja.
·       Kemampuan apa saja yang Anda miliki yang bisa digunakan untuk memajukan Gereja ; Pengetahuan .....? Keterampilan tangan .....? Suara ......?
·       Sejauh mana anda telah  memanfaatkan kemampuan yang Anda miliki untuk melayani dan memajukan Gereja? Apa rencana Anda setelah menerima sakramen Krisma nanti ?
·       Marilah kita sampaikan permohonan dan niat kita kepada Allah.

10.    Doa spontan, diakhiri doa Bapa Kami, Salam Maria dan Kemuliaan

11.    Pujian penutup

12.    Tugas:
Tuliskan dengan rapih :
Sapta karunia
Karunia khusus yang disebut Paulus dalam I Kor 12: 1-11
Buah-buah Roh yang disebut Paulus dalam Gal 5 : 22.







Rabu, 11 April 2012

Rangkuman Bahan katekese Calon Babtis Stasi Kedaton Paroki St Yohanes Rasul

Rangkuman
Bahan katekese Calon Babtis
Stasi Kedaton Paroki St Yohanes Rasul





Ditulis kembali oleh:
Aprilia



“Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.
Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain."
(Yohanes 15:16 – 17)

Tuhan, aku telah mengatakan ya untuk selama – lamanya. Biarlah aku tidak akan pernah menengok ke belakang setelah aku meletakkan tanganku pada bajak. Luruskanlah jalan Salib bagiku. Berikanlah kepadaku KASIH sehingga tidak akan ada ruang untuk pikiran atau langkah yang tidak patuh.
-Elisabeth Elliot-






RANGKUMAN MATERI UNTUK CALON BAPTIS
4 MASA, 3 TAHAP


1.    MASA PRAKATEKUMENAT
Tujuan: agar para simpatisan mulai berkenalan dg Gereja, Yesus Kristus, Iman, dan cara hidup Katolik, dan juga untuk memurnikan tujuan/ motivasi untuk menjadi seorang Katolik.
Masa ini ditutup dengan tahap pertama yakni upacara penerimaan Katekumenat.

2.    MASA KATEKUMENAT
Para calon baptis sudah berhubungan dengan Gereja dan termasuk keluarga Kristus. Masa ini merupakan masa persiapan pemahaman dan persiapan batin sebelum dibaptis, yang ditutup dengan tahap kedua yaitu upacara penerimaan Calon Baptis.

3.    MASA PERSIAPAN TERAKHIR
Masa ini disebut juga “Masa penyucian dan penerangan”, yang ditutup dengan tahap ketiga yaitu upacara penerimaan Sakramen Inisiasi.
Masa ini biasanya berlangsung pada masa Prapaskah dan penerimaan Sakramen Inisiasi pada upacara malam Paskah, atau Ibadat dan upacara dapat diadakan di hari lainnya. Upacara ini bertujuan mengingatkan yang akan dijalani oleh calon baptis setelah selesai mengikuti pertemuan (sejak masa prakatekumenat sampai dengan masa katekumenat), sebelum calon baptis dipermandikan (dibaptis).

4.    MASA MISTAGOGI
Masa ini disebut juga masa pendalaman Iman, yang biasanya berlangsung selama masa Pentakosta ataupun di luar masa Pentakosta (tidak harus seminggu sekali). Merupakan masa pembinaan lanjut setelah para katekumenat dibaptis agar para baptisan baru merasa mantap menjadi orang Katolik. Pembinaan/ pendalaman iman bisa diwujudkan dalam kegiatan Rekoleksi ataupun Retreat.

MASA PRAKATEKUMENAT
Keinginan Menjadi Kristen Katolik Merupakan Panggilan Allah
Alasan menjadi seorang Katolik bermacam – macam tergantung pribadi masing – masing, namun perlu dimurnikan, dengan menyadari bahwa ia ingin mengikuti hidup seorang pribadi yang bernama Yesus Kristus.
Yesus diperkenalkan oleh Yohanes Pembaptis ke tengah bangsa Yahudi dengan sebutan Anak Domba Allah. Yesus adalah Mesias, anak Allah, Raja Israel. Yesus melaksanakan tugas yang diberikan oleh Bapa lewat sabda dan karyaNya dan melalui cara hidupNya demi keselamatan semua umat manusia. Cara hidup Yesus ini dilanjutkan oleh para pengikutNya, yaitu dalam suatu persaudaraan yang disebut Gereja.
Gereja Kristen Katolik biasanya disebut juga Gereja Katolik. Katolik berasal dari bahasa Yunani “katholikos” yang berarti keseluruhan atau “umum”. Gereja Katolik berarti Gereja yang tersebar di seluruh muka bumi dan mengajarkan secara menyeluruh dan lengkap segala ajaran iman, serta tertuju kepada semua manusia. Pokok – pokok iman Gereja Katolik dirumuskan dalam syahadat (syahadat pendek/ syahadat Para Rasul dan syahadat panjang).
Simpatisan adalah mereka yang mulai masa pendampingan dalam masa prakatekumenat, sehingga dianjurkan memiliki Kitab Suci. Dengan membaca dan merenungkan Kitab Suci, simpatisan akan semakin mengenal pribadi Yesus. Melalui Yesus, Allah memanggil manusia. Siapa saja yang percaya kepadaNya dan mengikutiNya akan mendapatkan keselamatan.
Penjamin adalah yang mendampingi simpatisan. Peranan penjamin: memberi jaminan kepada Gereja bahwa simpatisan yang didampinginya pantas untuk diterima menjadi anggota Gereja; membantu simpatisan untuk mengatasi kesulitan dan menyadarkan konsekuensi menjadi seorang Katolik; membantu berdoa baik pribadi maupun bersama.


Syahadat Para Rasul (PS No.1)
Aku percaya akan Allah, Bapa yang mahakuasa, pencipta langit dan bumi; dan akan Yesus Kristus, putraNya yang tunggal Tuhan kita, yang dikandung dari Roh Kudus, dilahirkan oleh perawan Maria, yang menderita sengsara dalam pemerintahan Pontius Pilatus; disalibkan, wafat, dan dimakamkan; yang turun ke tempat penantian pada hari ketiga bangkit dari antara orang mati; yang naik ke surga, duduk di sebelah kanan Allah Bapa yang mahakuasa; dari situ Ia akan datang mengadili orang yang hidup dan yang mati. Aku percaya akan Roh Kudus, Gereja Katolik yang kudus, persekutuan para kudus, pengampunan dosa, kebangkitan badan, kehidupan kekal. Amin.
Tanda Salib (PS No.9)
Dalam (Demi) nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Amin.

Bapa Kami (PS No.10)
Bapa Kami yang ada di surga. Dimuliakanlah namaMu. Datanglah kerajaanMu. Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami. Dan janganlah masukan kami ke dalam pencobaan tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Amin.
Salam Maria (PS No.14)
Salam Maria, penuh rahmat, Tuhan sertamu, terpujilah engkau di antara wanita, dan terpujilah buah tubuhmu, Yesus. Santa Maria, bunda Allah, doakanlah kami yang berdosa ini, sekarang dan waktu kami mati. Amin.
Kemuliaan (PS No.13)
Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus, seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.


Menjadi Katolik Berdasarkan Jawaban Bebas atas Panggilan Allah
Seseorang memilih agama berdasarkan kehendak yang bebas karena memilih suatu agama merupakan salah satu hak yang paling asasi (dilindungi oleh undang – undang dan PBB). Kebebasan seseorang memilih agama berdasarkan pada martabatnya sebagai ciptaan Allah yang telah diberi akal budi dan kehendak yang bebas.
Tuntutan Yesus kepada para pengikutNya adalah melepaskan segala sesuatu yang menghalangi hubungan dengan Allah, yang artinya tidak boleh mementingkan dirinya sendiri. Menjadi pengikut Yesus merupakan anugerah Allah.
Waktu Yesus hidup di tengah bangsa Yahudi, sebagian besar orang menolakNya, bahkan para pemimpin agama Yahudi, karena Yesus dianggap tidak taat lagi pada agama Yahudi. Yesus lebih memperjuangkan nasib manusia daripada hanya taat pada hokum Taurat yang sering kurang manusiawi.
Sebagai orang Katolik, kita perlu untuk selalu mengadakan hubungan dengan Allah dalam bentuk doa (memohon pertolongan Allah setiap pagi sebelum memulai kegiatan), doa malam (menghadap Allah lagi sebelum tidur untuk mensyukuri keseluruhan hari yang telah dijalani), doa makan (menghadap Tuhan sebelum dan sesudah makan untuk mensyukuri setiap rezeki/ anugerah yang kita terima), dll.

Doa Pagi (PS No.50)
Ya Allah, Bapa yang mahabaik, terimakasih atas perlindunganMu sepanjang malam tadi. Terimakasih pula karena Yesus yang Kau utus menjadi sahabat anak – anak; Dia selalu menemani aku. Terimakasih juga atas Roh Kudus yang Kau utus untuk membimbing aku. Semoga hari ini aku setia mendengarkan bisikanNya.
Bapa, berkatilah orang-tuaku, pengasuh, pendidik, sanak-saudaraku, dan teman – temanku. Bantulah juga mereka yang bersusah hati, sakit, dan menderita. Semoga mereka merasakan penghiburan dariMu. Aku mohon bimbinganMu, ya Bapa, supaya hari ini aku selalu berlaku sopan dan melaksanakan tugas – tugasku dengan baik; rajin membantu di rumah dan ramah kepada teman – teman.
Ya Bapa, utuslah santo/a pelindungku, para malaikat pelindung, dan Bunda Maria sendiri, supaya mendampingi aku sepanjang hari ini. Ini semua aku mohon dengan perantaraan Yesus, Tuhanku. Amin.

Doa Sebelum Makan (PS No.164)
Bapa yang mahamurah, kami bersyukur atas makanan yang Kau sediakan bagi kami sebagai tanda kemurahan dan penyelenggaraanMu. Berkatilah makanan ini agar berguna bagi kesehatan kami, berkatilah mereka yang telah menyediakannya, dan berkatilah pula kami semua yang kini berkumpul untuk makan bersama. Semoga perjamuan ini memupuk semangat persaudaraan di antara kami, dan mengingatkan kami akan Yesus Kristus, yang telah menjadikan perjamuan sebagai sarana kehadiranNya di tengah kami, para muridNya. Dialah Tuhan, pengantara kami, kini dan sepanjang masa. Amin.
Doa Setelah Makan (PS No. 166)
Bapa yang mahamurah, terimakasih atas rezeki yang baru saja kami nikmati. Semoga tanda kemurahanMu ini memberikan kekuatan baru untuk meningkatkan pengabdian kami kepadaMu dan pelayanan kami kepada sesama. Semoga makanan ini menumbuhkan dalam hati kami kerinduan akan Yesus Kristus, roti hidup yang turun dari surga.
Kami mohon berkatMu bagi mereka yang tidak makan pada hari ini, karena puasa, sakit, atau miskin. Berkatilah pula semua orang yang mengusahakan pemerataan pangan bagi umat manusia.
Semua ini kami mohon dengan perantaraan Yesus Kristus, rezeki rohani yang bertahan sampai kehidupan abadi. Amin.

Doa Malam (PS No. 82)
Allah Bapa yang mahabaik, aku berterimakasih kepadaMu. Engkau telah membimbing aku sepanjang hari tadi. Terimakasih  karena Yesus yang telah menemani aku. Terimakasih atas Roh Kudus yang menuntun aku. Terimakasih pula karena orangtua yang selalu memperhatikan dan mendidik aku; terimakasih karena sanak saudara, dan terimakasih karena segala anugerah yang telah aku terima pada hari ini. Sekarang utuslah Roh Kudus menerangi aku, supaya aku dapat mengetahui dosa – dosaku, dan bantulah aku supaya dapat menyesalinya dengan sungguh – sungguh.
Pemeriksaan Batin, disusul Doa Tobat.
Doa Tobat (PS No.25)
“Allah yang maharahim, aku menyesal atas dosa – dosaku. Aku sungguh patut Engkau hokum, terutama karena aku telah tidak setia kepada Engkau yang maha pengasih dan mahabaik bagiku. Aku benci akan segala dosaku, dan berjanji dengan pertolongan rahmatMu hendak memperbaiki hidupku dan tidak akan berbuat dosa lagi. Allah yang mahamurah, ampunilah aku, orang berdosa. Amin.”
Ya Bapa, lindungilah aku malam ini supaya tidur dengan nyenyak. Semoga besok pagi aku dapat bangun kembali dengan segar. Aku mohon berkatMu untuk orangtua dan sanak saudaraku, terutama untuk orang – orang sakit dan menderita.
Utuslah malaikatMu selalu berjaga disampingku, melindungi aku sepanjang malam, dan membangunkan aku besok pagi.
Bapa, selamat malam. Aku serahkan jiwa-ragaku ke dalam tanganMu, dengan perantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.

Menjadi Katolik Memerlukan Proses
Menjadi Katolik perlu waktu, karena merupakan perjalanan rohani yang panjang, dan melalui suatu proses untuk menjadi manusia baru. Menjadi pengikut Yesus dituntut untuk bertobat dan beriman kepadaNya.
Baca Kisah Saulus dalam Kisah Para Rasul 9:1-19.
Seseorang yang bertobat dan beriman kepada Yesus adalah orang yang mendapat panggilan Yesus, bukan karena usahanya sendiri. Yesus akan mencari dan menuntunnya agar kembali ke jalan yang benar. Seseorang tidak dapat dipaksakan begitu saja untuk mengikutiNya, namun perlu suatu proses, perlu waktu yang panjang.
Yesus memanggil Saulus karena Yesus melihat semangat yang luar biasa pada Saulus dan Yesus yakin dapat mengubah sikap Saulus. Dan pada akhirnya Saulus mengakui Yesus sebagai Juru Selamat dan ia bersedia menjadi saksi Yesus Kristus, seorang pewarta Injil yang luar biasa yang mendapat julukan “Rasul Bangsa – bangsa”.
Kita yang dengan sepenuh hati mau mengikuti Yesus Kristus dalam Gereja Katolik, juga perlu menjadi saksi Yesus Kristus, namun tidak dapat dengan kekuatan sendiri, harus memohon kekuatan dari Allah sendiri lewat doa – doa seperti Doa Iman (PS No.21), Doa harapan (PS No.22), dan Doa Kasih (PS No.23)

Mengembangkan Hidup Katolik
Menjadi Katolik tidaklah hidup sendiri tetapi bergabung dengan suatu kelompok orang Katolik dan menjadi anggota Gereja. Supaya dapat mengembangkan hidup secara Katolik, perlu mengenal dan mengikuti kegiatan orang Katolik di lingkungan setempat. Sebagai anggota masyarakat, orang beriman wajib berperan serta dalam kegiatan yang ada di sekitarnya sebagai bentuk nyata dari perwujudan imannya.
Kehidupan Jemaat Perdana….Baca Kisah Para Rasul 2:42–47
Persekutuan hidup para murid Yesus pada zaman para Rasul disebut Gereja Perdana.
Cara hidup Gereja Perdana menjadi inspirasi bagi kehidupan Gereja sekarang, dan ungkapan hidup mereka sebagai orang beriman ditandai dengan doa dan karya.
Pelayanan Sosial di tengah masyarakat merupakan perwujudan iman secara konkret. Umat Katolik tidak menjadi kelompok tersendiri. Umat Katolik hendaknya ikut bertanggung jawab dalam menangani segala keprihatinan yang dihadapi masyarakat setempat.
Ciri orang beriman adalah gairah, keberanian hidup, dan kegembiraan dalam menjalankan segala kegiatan dengan memohon pendampingan Tuhan sendiri.
Doa Rosario dianjurkan untuk didoakan bersama dalam bulan Mei dan Oktober. Terdiri dari 20 peristiwa: 5 peristiwa gembira, 5 peristiwa sedih, 5 peristiwa mulia, dan 5 peristiwa terang.
Tatacara Berdoa Rosario:
Dalam (demi) nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Amin.
Aku percaya akan Allah,………….         (Syahadat singkat)
Bapa kami yang ada di surga,………..          (doa Bapa Kami)
Kemuliaan kepada Bapa,…………….          (doa Kemuliaan)
Terpujilah nama Yesus, Maria, dan Yosef – sekarang dan selama – lamanya. Amin.
Salam,Putri Allah Bapa....(Salam Maria penuh rahmat)   
Salam, Bunda Allah Putra....( Salam Maria penuh rahmat )
Salam, Mempelai Allah Roh Kudus....( Salam Maria penuh rahmat)
Terpujilah nama Yesus, Maria, dan Yosef – sekarang dan selama – lamanya. Amin.
Selanjutnya pemimpin membacakan peristiwa – peristiwa dari rangkaian misteri yang dipilih. Kemudian dilanjutkan dengan doa Bapa Kami, 10x Salam Maria, Kemuliaan, Terpujilah. Lalu dibacakan peristiwa kedua, dan begitu seterusnya.MASA KATEKUMENAT
ALLAH
Allah Pencipta
Baca Kejadian 1:1 – 31
Penulis Alkitab bukanlah pakar IPTEK ataupun wartawan, dan juga belum ada sewaktu alam semesta ini diciptakan. Mereka adalah orang beriman yang telah mengalami pengalaman pribadi bersama Allah, sehingga melalui tulisan mereka, kita dapat menghayati bahwa Tuhan Allah begitu baik pada manusia ciptaanNya, bahkan sebelum manusia ada telah disiapkan lahan dan segala isinya agar manusia nyaman tinggal di dalamnya. Kesejahteraan bagi manusia yang belum diciptakanNya itu sudah direncanakan ketika Ia menciptakan alam semesta.
Manusialah yang terakhir diciptakan, sehingga alam semesta ini sudah siap untuk ditempati manusia ketika manusia diciptakan
Karena kasihNya, sebelum menciptakan alam semesta Allah telah merencanakan agar manusia hidup selamat, yaitu bersatu dengan Allah selamanya.
Tuhan mempercayakan alam dan segala isinya ini untuk dikuasai dan dipelihara oleh manusia, dan kita sebagai orang beriman wajib memelihara dan melestarikan alam.
Tuhan juga mengizinkan kita menyebutnya sebagai Bapa, walaupun sebagai ciptaanNya kita sama sekali tak pantas menyebutNya demikian.
Bila manusia ingin mendapatkan keselamatan dan kebahagiaan sejati, satu – satunya jalan adalah menyatukan diri denganNya.
BAHAN RENUNGAN PRIBADI:
Pernahkah aku mengalami diselamatkan oleh Allah?
Bagaimanakah kejadiaannya?
Apa saja kiranya yang sudah dibuat oleh Allah bagi diriku sampai sekarang?
Tanda syukur dan terimakasih macam apa yang selayaknya kubuat untuk membalas segala kebaikanNya?
Allah Penyelamat
Baca Tobit 2:9 – 10; 11:7 – 14
Tobia menyembuhkan Tobit, ayahnya dengan menggunakan empedu ikan, yang didapatkan setelah mengalami perjalanan yang panjang bersama dengan Rafael, utusan Tuhan.
Allah lebih dahulu memanggil setiap orang untuk mengalami keselamatanNya melalui ciptaan, sesama, peristiwa, sejarah, dan Kitab Suci. Orang yang terbuka hatinya akan secara bebas menjawab panggilanNya.
Tuhan berkarya melalui sesama kita, alam ciptaanNya, dan peristiwa sehari – hari.
Dengan karya – karya penyelamatanNya itu Allah ingin agar kita membuka hati dan pikiran untuk menanggapi secara positif sehingga kita mengalami bahwa Allah itu baik dan akhirnya sungguh mengalami kebahagiaan sejati.
Tanggapan kita atas karya keselamatan Allah itu bercorak pribadi (iman akan kebaikan Allah), sosial (iman akan kemurahan Allah), dan ekologis (iman akan keagungan Allah)
Allah Yang Murah Hati
Allah menganugerahkan hidup dengan segala keperluannya kepada manusia, bukan karena jasa manusia ataupun kebaikan manusia, melainkan karena kemurahan hatiNya yang tak terhingga.
Pengalaman akan Kemurahan Hati Allah menurut Kitab Suci:
Allah memberi hidup, dengan segala keperluanNya (Kejadian 2:7, Lukas 12:29 – 30, Filipi 4:19)
Allah memberi dengan cuma – cuma, tanpa amal jasa manusia (Matius 10:7 – 8, Wahyu 21:6)
Allah memberi tidak pandang bulu (Matius 5:44 – 45, Efesus 6:9)
Allah memberi tanpa berkesudahan (Mazmur 30:6)
Allah Yang Setia
Meskipun manusia berdosa, Allah tetap mau menyelamatkan manusia. Hal ini tampak antara lain dalam janji Allah kepada Nuh, panggilan Abraham, panggilan Musa, panggilan nabi – nabi, dan terlebih kedatangan Yesus Kristus.
Kebaikan Allah semakin tampak bagi manusia, ketika Ia menciptakan manusia menurut gambar dan rupaNya. (Kejadian 1:26a – 27)
Dosa adalah tindakan manusia menolak dan mengabaikan kebaikan Allah yang mengakibatkan penderitaan atau ketika kita melanggar 10 perintah Allah sehingga merusak hubungan kita dengan Tuhan, dengan sesama, dan dengan alam sekitar kita.
Dosa asal adalah dosa yang kita “terima” sejak kita lahir,  bukan yang kita lakukan, suatu keadaan, bukan perbuatan. Dengan Sakramen Baptis, maka akan menghapus dosa asal dna mengarahkan pada Allah lagi (bdk. Katekismus Gereja Katolik 405)
Perjanjian Allah dengan Nuh (Kejadian 9:12 – 16)
Perjanjian Allah dengan Abraham (Kejadian 12: 1 – 3)
Perjanjian Allah dengan Musa (Keluaran 6:6; 19:5; 24:7).
Allah mewahyukan diri kepada Musa dengan nama Yahwe, artinya Aku yang hadir dan selalu menyertai.
10 Perintah Allah ditulis Musa dalam 2 Loh Batu Hukum, yang isinya mengatur hubungan manusia dengan Allah dan manusia dengan sesamanya. 10 perintah Allah ini diuraikan dalam hukum ibadat dan hukum sosial. 2 Loh Batu disimpan dalam Tabut Perjanjian, suatu peti kayu berharga yang dilapisi emas, dan ditempatkan dalam kemah khusus yang disebut Kemah Suci atau Kemah Pertemuan.
Perjanjian Allah dengan Daud (2Sam 7:16)
Untuk menyambut kedatangan Mesias, para nabi mempersiapkan umat pilihan Allah dengan menyampaikan pesan:
Wawasan terhadap keadaan saat itu
Ancaman hukuman
Janji penyelamatan
Kesetiaan Allah memuncak dengan kedatangan Yesus, Dialah Raja Damai, Hamba Yahwe, Sang Penyelamat. Ia mengikat suatu perjanjian baru dengan manusia ketika mengadakan perjamuan malam terakhir (1 Kor 11:24 – 25). Perjanjian baru ini disebut perjanjian kekal, sebab hubungan Allah dengan umat manusia di dalam  Yesus Kristus tidak akan pernah putus.
Allah Bapa
Yesus Kristus memperkenalkan kepada kita bahwa Allah itu Bapa yang baik sebagaimana yang diajarkanNya dalam doa Bapa Kami.
Gambaran masyarakat umum tentang Allah: ada yang menganggap Allah itu jauh dan manusia tidak mungkin berhubungan denganNya, ada yang menganggap Allah itu hakim yang mengawasi dan menghukum manusia, dll.
Orang Katolik memahami Allah berdasarkan pengalaman Yesus Kristus sendiri dalam berhubungan dengan Allah, yang dijelaskan dalam 4 Kitab:
Lukas 2:41 – 52
Matius 11:27
Yoh 14:6 dan Yoh 14:9
Mrk 14:36
Berdasarkan pengalaman Yesus itulah ia mengajak murid – muridNya juga untuk menyapa Allah sebagai Bapa dengan doa Bapa Kami.
Allah memiliki sifat “kebapaan” dan “keibuan”, tidak berarti Allah itu laki – laki atau perempuan, tetapi mau menyatakan kepada kita betapa besar kasih dan keprihatinan Allah kepada manusia. (Yes 49:14)
Baca Lukas 11:13; Lukas 12:29 – 31; Yohanes 14:1 – 14
YESUS KRISTUS
Kelahiran Yesus
Setiap orang mengharapkan keselamatan yang menyeluruh, tidak hanya jasmani tetapi rohaninya juga, sehingga keselamatan yang telah dirasakan di dunia ini akan dilanjutkan kelak dalam hidup sesudah mati.
Maria dalam Injil disebut sebagai seorang “perawan” yang akan mengandung dan melahirkan Yesus, yang disebut Anak Allah yang Mahatinggi. “Perawan” dan “Bunda” menyatakan keluhuran Yesus dan kesucian Maria.
Ada 4 Dogma atau pernyataan iman Gereja yang menyatakan kesucian Maria, yaitu:
Maria adalah Bunda Allah
Maria adalah Perawan
Maria terkandung tanpa noda
Maria diangkat ke surge dengan jiwa dan badannya
Kedatangan Allah menunjuk kasih yang sungguh menyelamatkan. Yang harus disadari adalah Keselamatan itu bukanlah usaha dan jasa manusia, melainkan karunia dari Allah sendiri. (Yoh 3:16 – 18)
Allah datang ke dalam dunia ini untuk menyelamatkan semua orang yang mau menerimaNya
Kelahiran Yesus kita hayati dan rayakan pada hari Natal: Allah hadir mendatangi manusia lewat wujud manusia, yang secara konkret lewat keluarga Yusuf dan Maria.
Yesus Dibaptis
Dengan peristiwa pembaptisanNya, Yesus dilantik oleh Allah Bapa sebagai penyelamat yang solider dengan manusia berdosa
Baca Markus 1:5, Matius 3:13, Lukas 3:21 – 22
Baptis yang diterimakan oleh Yohanes ialah “tanda tobat” sebagai syarat menerimakan keselamatan
Pembaptisan Yesus berbeda, Ia mau dibaptis karena mau menyatakan diri solider dengan mereka, sehingga Yesus mempersatukan orang – orang berdosa itu dengan diriNya menghadap Bapa. Di dalam Dia, Yesus membawa para pendosa kepada BapaNya. Pembaptisan ini menunjukkan “pelantikan” Yesus di dalam tugas perutusanNya.
Roh Kudus yang turun mengurapi Yesus menjadi tanda bahwa Yesus sungguh bekerja sebagai penyelamat manusia dalam kuasa Roh Kudus.
Penyertaan Roh Kudus dalam karya Yesus → Baca Luk 4:1; Yoh 3:34; Mrk 5:30; Ibr 9:14; Rm 8:11
Berkat Roh Kudus itulah Yesus kini tetap Anak Allah yang berkuasa (Rm1:4)
Yesus Mewartakan Kerajaan Allah
Dalam hidup, karya, dan sabdaNya, Yesus mewartakan Kabar Gembira datangnya Kerajaan Allah
Kerajaan Allah adalah situasi atau keadaan dimana Tuhan menguasai manusia sepenuhnya dan menganugerahkan kebahagiaanNya sendiri kepada manusia untuk selama – lamanya.
Oleh Yesus, Kerajaan Allah yang menyelamatkan manusia itu tidak hanya diberitakan atau diwartakan saja, tetapi juga dinyatakan dalam perbuatanNya (Mat 9:35). Hal ini menyatakan bahwa Kerajaan Allah, kuasa Allah, atau pemerintahan Allah tampak dan hadir di dalam diri Yesus. (Luk 11:20)
Kerajaan Allah serta keselamatanNya sudah tersedia bagi manusia, khususnya bagi orang lemah dan tak berdaya, bagi orang berdosa dan tersingkir.
Penjelasan Yesus mengenai bagaimana kita menyikapi datangnya Kerajaan Allah:
Hendaknya bersikap seperti anak – anak, maksudnya kita perlu menyadari kebutuhan dan ketergantungan kita pada orang tua.
(Luk 9:62) orang dituntut ketetapan dan keteguhan hati, tidak ragu – ragu lagi akan kerajaan Allah.
(Mat 13:44 – 46), maksudnya ialah orang yang mau menerima Kerajaan Allah harus rela meninggalkan sesuatu yang dahulu atau sebelumnya pernah mempunyai arti dalam kehidupannya. Yang dahulu dianggap kurang berharga lagi karena sekarang sudah menemukan sesuatu yang lebih berharga yaitu Kerajaan Allah.
Sabda Dan Karya Yesus
Karya keselamatan Allah menjadi nyata melalui Hidup, Sabda, dan Karya Yesus.
Yang mewartakan Kerajaan Allah pertama – tama adalah Yesus Kristus. Yesus menyampaikannya lewat kata – kata (sabda) dan disertai perbuatan (karya). Maka sabda dan karya Yesus itu terpadu. (Mat 4:23; Luk 24:19; Kis 10:38)
Menurut orang Katolik, mukjizat ialah suatu peristiwa yang di dalamnya orang melihat Allah berkarya.
Mukjizat Yesus dalam kisah Perjanjian Baru:
Pengusiran roh jahat (Mrk 5:1 – 20)
Penyembuhan penyakit (Mat 9:1 – 8)
Menghidupkan orang mati (Yoh 11:1 – 44)
Meredakan angin rebut ( Mrk 4:35 – 41)
Mengubah air menjadi anggur (Yoh 2:1 – 11)
Yesus mengerjakan segala mukjizat itu dengan cara yang sederhana, hanya dengan menyentuh, menjamah, atau mengurapi, tidak dengan mantra ataupun “kekuatan” gaib.
Yesus mengerjakan mukjizat yang menjadi “tanda” penyembuhan yang “tahan maut” yakni pengampunan dosa. Melalui karya Yesus, Allah telah mematahkan kuasa – kuasa setan dan Kerajaan Allah telah ditegakkan.
Bagi orang beriman, perubahan hati dari rasa dengki menjadi simpati, dari cinta diri ke cinta sesama, dari keadaan berdosa menjadi berahmat, dari keputusasaan menjadi harapan, dll...kita hayati sebagai mukjizat dalam diri kita. Yesus bekerja melalui RohNya menggerakkan hati kita untuk berubah.
Yesus Mencintai Orang Miskin Dan Pendosa
Dalam karya penyelamatanNya, Yesus mendahulukan orang – orang miskin dan tersingkir.
Dalam Kitab Suci, yang dimaksudkan dengan “orang miskin” ialah mereka yang secara material miskin dan tidak berpendidikan.
Orang miskin ditindas dan dihina oleh para penguasa dan pemimpin agama, namun Yesus memberikan daya baru bagi orang – orang miskin untuk berjuang membebaskan diri dari lembah penderitaan.
Karena sikap solidernya terhadap kaum miskin dan pendosa yang tersingkir, Yesus mendapat banyak tantangan (Luk 6:6 – 11)
Sengsara Dan Wafat Yesus
Karena kesetiaanNya kepada Allah, Yesus tetap solider dengan orang miskin dan tersingkir, sampai berani mengambil risiko, hingga mati di salib.
Ketaatan Yesus terhadap BapaNya:
Luk 2:49
Yoh 4:32 – 34
Yoh 6:38
Mrk 14:36
Ibr 5:7 – 9
Bagi pemimpin Yahudi dan pemuka agama serta ahli Taurat, Yesus menjadi “batu sandungan”, karena sabda dan karyaNya tidak sejalan dengan mereka, bahkan bertentangan.
Wafat Kristus sering disebut sebagai “Penebusan”, yang berarti membebaskan semua orang yang terlibat dalam dosa asal. (Rm 5:12 – 18)
Umat Katolik memperingati sengsara dan wafat Kristus dengan melakukan “Jalan Salib” dan Rosario peristiwa sedih.
Gereja merenungkan sengsara dan wafat Yesus secara meriah dalam perayaan Jumat Agung, yaitu hari Yesus wafat di kayu salib
Yesus Bangkit – Hidup Mulia
Kebangkitan Yesus Kristus dari mati menunjukkan bahwa Allah membenarkan pemakluman Yesus mengenai Kerajaan Allah, sekaligus menunjukkan siapakah Dia itu sebenarnya.
Para murid mengubah pandangan mereka mengenai wafat Yesus setelah menerima kesadaran baru dari Roh Kudus. Jadi perubahan itu bukan datang dari kekuatan para murid sendiri, melainkan dari Roh Kudus. Jadi bagi mereka, ini merupakan pengalaman iman.
Kita mati dan bangkit bersama Kristus berarti hidup baru, yaitu kita kembali hidup dalam rahmat Allah berkat kebangkitan Yesus Kristus. (Rm 6:11)
Dengan wafatNya, Yesus Kristus membebaskan kita dari dosa, dan dengan kebangkitanNya, Yesus Kristus membuka pintu masuk menuju kehidupan baru.
Bagi umat Katolik, Paskah merupakan perayaan iman yang paling agung, yaitu merayakan kemuliaan Kristus, yang juga berarti merayakan keselamatan manusia yang diperoleh berkat kebangkitan Kristus (Paskah).
Maka, perayaan Ekaristi setiap hari Minggu juga merayakan Paskah, namun ada saat – saat khusus, umat Katolik merayakan Paskah secara meriah, yaitu pada hari Raya Paskah (hari minggu setelah wafat Kristus)
Dalam perayaan Paskah, biasanya ada upacara pembaptisan. Menurut Santo Paulus, pembaptisan berarti ambil bagian dalam rahasia Paskah (Rm 6:3 – 4)
Roh Kudus
Roh Kudus menjiwai, memberi kekuatan, membimbing, dan menggerakkan Gereja serta orang – orang beriman.
Roh Kudus dimaksudkan Yesus sebagai “Penolong” dan “Penghibur”, dalam Kitab Suci Perjanjian Baru, Roh Kudus disebut sebagai “Kekuasaan” atau “Roh Allah” atau “Roh Tuhan”, semuanya ini untuk menyebut Roh yang satu dan sama, yaitu Roh Kudus, yang adalah Roh Yesus Sendiri.
Roh Kudus dalam Kitab Suci menyatakan kehadiran Allah sendiri yang berkarya di dunia.
Peristiwa yang dilukiskan dalam cerita Pentakosta:
Dari langit ada tiupan angin keras
Lidah – lidah seperti nyala api hinggap pada mereka
Mereka berbicara dalam pelbagai bahasa, tentang karya Allah
Pendengar tercengang – cengang dan termangu – mangu
Yesus mengutus RohNya hadir dalam Jemaat yang mewartakan Injil. Jadi, Roh Kuduslah yang merambatkan dan memperluas Gereja, maka Roh Kudus dikatakan sebagai jiwa, pembimbing, dan penggerak bagi Gereja untuk mewartakan Kristus di  dunia ini.
Bagi umat Katolik, peran Roh Kudus adalah:
Memimpin kita untuk sanggup hidup sesuai dengan hukum kasih yang memerdekakan dan mengubah kita sesuai dengan gambar Allah (2 Kor 3:17)
Membantu kita bagaimana berdoa (Rm 8:26)
Membuat kita sanggup mengasihi (1 Yoh 4:8)
Allah Tritunggal Kudus Maha Esa
Mengenal Allah Tritunggal Kudus Yang Maha Esa berarti menyelami cintakasihNya, untuk bisa semakin bersyukur dan berterima kasih kepadaNya, sehingga kita semakin tergerak pula untuk ikut serta dalam hidup dan karya cinta kasihNya itu demi penyelamatan dunia.
Baca Efesus 1:3 – 14
Pelaku utama karya keselamatan adalah Allah sendiri (Bapa Tuhan kita Yesus Kristus), kemudian keselamatan itu secara nyata ditugaskan dan terlaksana dalam Yesus Kristus, lalu Roh Kuduslah yang akan meneruskan dan menggenapinya. Ketiga pribadi inilah yang dalam karya keselamatan kita imani sebagai Allah Tritunggal Kudus Maha Esa. Dan dengan kebangkitan Yesus, kita mengenal Allah Tritunggal.
Sebelum dan sesudah berdoa, orang Katolik membuat Tanda Salib, dengan mengucapkan “Dalam nama Bapa – dan Putra – dan Roh Kudus. Amin”
Dengan tanda salib ini, kita mengungkapkan iman bahwa Allah Bapa merencanakan keselamatan yang dilaksanakan oleh Putra dan diteruskan oleh Roh Kudus
Kebaktian Gereja secara khusus menghormati Allah Tritunggal Kudus dirayakan secara meriah pada hari Minggu pertama sesudah perayaan hari Pentakosta.
GEREJA
Persaudaraan Murid – Murid Yesus Kristus
Gereja, Paguyuban Murid – Murid Yesus Kristus
Gereja merupakan paguyuban – paguyuban terbuka dari persekutuan orang – orang yang mengikuti Yesus Kristus, yang dibimbing oleh Roh Kudus menuju Bapa.
Paguyuban orang – orang yang mengikuti Yesus Kristus dihimpun menjadi satu tubuh yang hidup dengan Kristus sebagai Kepala (Ef 1:22; Kol 1:18)
Warga gereja tersebar luas di seluruh dunia ini, namun mereka merupakan satu kesatuan dalam Kristus (1Kor 12:27)
Gereja bagaikan tubuh Kristus yang hidup. Masing – masing warga Gereja adalah anggota tubuh, yang mendapat anugerah/ karunia dari Roh Kudus untuk ambil bagian dan terlibat dalam membangun Gereja.
Hidup paguyuban murid – murid Yesus Kristus yang dicita – citakan:
Antara warga yang satu dan yang lain sederajat
Semua warga punya tanggung jawab
Semua warga diharapkan berperan sesuai dengan Kharismanya
Gereja kelompok kecil (keluarga beriman)

Kharisma Kepemimpinan Dan Kharisma – Kharisma Lain Dalam Gereja
Hierarki merupakan Dewan Para Uskup yang diketuai oleh Paus, dibantu oleh imam dan diakon yang mempunyai fungsi kepemimpinan resmi hidup beriman umat berdasarkan Injil Yesus Kristus
Peran pokok Hierarki adalah pemersatu/ tugas kepemimpinan. Konsili menegaskan bahwa “tugas yang oleh Tuhan diserahkan kepada pada gembala umatNya, sungguh merupakan pengabdian”
Diperlukan seorang pemimpin adalah untuk membimbing dan mengarahkan jemaat dalam melaksanakan karya perutusan yang diserahkan kepada mereka.
Gereja disebut “apostolic” artinya kebenaran iman dan hidup Gereja bertumpu pada Gereja para rasul atau Gereja perdana. Sehingga para rasul merupakan hierarki atau pemimpin dalam persekutuan orang yang beriman pada Yesus Kristus
4 syarat untuk dapat mengajar bersama dengan Pengganti Petrus:
Ajaran itu harus menyangkut iman dan kesusilaan
Harus bersifat “ajaran otentik”, artinya jelas dikemukakan dengan kewibawaan Kristus
Dinyatakan dengan tegas atau definitif (tidak bias diganggu gugat)
Disepakati bersama (secara khusus menyangkut pernyataan para uskup sebagai dewan)
Jabatan – jabatan dalam Gereja: Paus dan Uskup, Imam, Diakon, Biarawan/ Biarawati, Kardinal.
Ekumene Dan Umat Berkeyakinan Lain
Umat Kristen Katolik bersama umat Kristen lain mengusahakan persatuan Gereja serta kesetiaan pada Injil Yesus Kristus dan bersama umat berkeyakinan lain membina persaudaraan dan kerja sama untuk membangun kesejahteraan masyarakat
Perbedaan Gereja Katolik dan Gereja Yesus Kristus yang lain
KATOLIK    PROTESTAN
Lebih ditekankan pada Sakramen (manusiawi/ kelihatan)    Lebih ditekankan pada sabda/ pewartaan dan misteri (transenden/ tersembunyi)
Mementingkan Kurban (Ekaristi)    Terpusat pada sabda (khotbah)
Perasaan, kesenian, dan kehangatan cukup dipentingkan    Pengetahuan, ilmu, dan ketegasan lebih ditekankan
Hubungan dengan Gereja menentukan hubungan dengan Kristus    Hubungan dengan Kristus menentukan hubungan dengan Gereja
Bersifat hierarkis    Tradisi (ciptaan manusia)
Kitab Suci dibaca dan dipahami dibawah bimbingan hierarki    Setiap orang membaca dan mengartikan Kitab Suci sendiri

Gambaran hidup Gereja perdana (Kis 2:32 – 47)
Cita – cita Gereja Katolik mengenai hubungan antar uman beragama: bersikap saudara dengan sesama tanpa memandang agama.

Pendalaman Mengenai Gereja, Persaudaraan Murid – Murid Yesus Kristus
Baca 1 Kor 12:12 – 47
Menghayati keselamatan dalam persaudaraan orang – orang yang mengikuti Yesus (Gereja) dan menghayati keselamatan bersama umat yang berkeyakinan lain hendaknya tidak secara pasif saja, melainkan secara aktif.
Dalam Syahadat Para Rasul: “Gereja yang satu”, mau menyatakan kesatuan Gereja merangkum baik persekutuan dan perbedaan. Gereja satu karena mencerminkan keutuhan, bukan keseragaman.
Perbedaan agama tidak boleh menjadi hambatan untuk menjalin kerja sama dan bekerja sama dengan kesejahteraan masyarakat.

Doa dan Ibadat Murid – Murid Yesus Kristus
Gereja Yang Berdoa Dan Beribadah
Melalui doa, umat beriman membangun hubungan akrab dengan Allah. Agar dapat berdoa dan beribadat dengan sungguh mendalam dan jujur di hadapan Allah, kita memerlukan bimbingan Roh Kudus.
Melalui doa dan ibadat, Yesus menjalin hubungan pribadi dengan BapaNya, sehingga hidupNya selalu terarah kepada BapaNya serta menjadi kuat dalam menghadapi berbagai masalah dan tantangan.
Yesus mengajarkan cara berdoa kepada para muridNya, dan mengajak mereka untuk selalu berdoa baik bagi diri sendiri maupun bagi orang lain, termasuk orang – orang yang memusuhi mereka. (Luk 6:28, 18:1, 22:40; Mat 5:44, 26:41)
Termasuk ke dalam Liturgi adalah ketujuh sakramen:
Sakramen Inisiasi (baptis, krisma, komuni pertama)
Sakramen Tobat dan  Sakramen Pengurapan Orang Sakit
Sakramen Tahbisan (imamat) dan Sakramen Perkawinan
Termasuk ke dalam Paraliturgi adalah ibadat harian, sakramentali, doa – doa harian, ibadat sabda, doa pribadi, puasa dan pantang, dan ziarah.
Tahun Liturgi adalah rangkaian perayaan misteri karya keselamatan Tuhan Yesus Kristus, mulai dari misteri kelahiran Yesus sampai kenaikanNya ke surge dan turunnya Roh Kudus bahkan sampai  penantian penuh harapan akan kedatangan Tuhan Yesus Kristus di akhir zaman.
Lingkaran Tahun Liturgi:
Lingkungan Natal
Masa Adven (dimulai 4 minggu sebelum Natal)
Masa Natal (dimulai malam Natal sampai hari Minggu yg terdekat dg tgl 6 Januari)
Masa biasa (33 – 34 minggu di antara Lingkungan Natal dan Lingkungan Paskah)
Lingkungan Paskah
Masa Prapaskah atau Masa Puasa (dimulai Rabu Abu, selama 40 hari)
Pekan Suci (minggu terakhir masa Prapaskah)
Minggu Palma: Yesus disambut di Yerusalem sebagai Raja
Kamis Putih: Yesus bersama para Rasul mengadakan perjamuan malam terakhir. Ia mengadakan Sakramen Ekaristi
Jum’at Agung: Yesus menderita dan wafat di salib
Sabtu Suci: Yesus dalam makam. Tidak ada perayaan.
Masa Paskah (dimulai dari malam Paskah sampai Hari Raya Pentakosta)
40 hari setelah Paskah: Kenaikan Tuhan Yesus ke surga
49 setelah Paskah: Novena
50 hari setelah Paskah: Hari Raya Pentakosta (hari raya kedatangan Roh Kudus)
Warna Liturgi:
Putih: lambing kegembiraan, kesucian, kemurnian. Dipakai pada hari raya/ perta Tuhan Yesus Kristus, Ibu Maria, para malaikat, dan para pria/ wanita kudus
Merah: lambang cinta kasih, api, darah, kekuatan, dan Roh Kudus. Dipakai pada hari raya Minggu Palma, Jum’at Agung, Pentakosta, dan pesta para Martir.
Hijau: lambang harapan, syukur, dan kesuburan. Dipakai pada masa biasa.
Ungu: lambang tobat, mati raga, kesedihan, keprihatinan. Dipakai pada masa Adven dan Prapaskah, sering juga pada misa arwah.
Hitam: lambang duka, berkabung. Dapat dipakai pada misa arwah dan penguburan.
Kuning Emas: Lambang Kemuliaan. Pemakaiannya seperti pada warna putih.
Berdasarkan keperluannya, doa dapat dikelompokkan menjadi doa pujian, doa syukur, doa permohonan, doa penyerahan, dan doa tobat.
Agar manusia dapat menghadap Allah, maka perlu bantuan Roh Kudus untuk membimbing doa kita dalam hati, dan membuat kita tidak ragu – ragu mengungkapkan isi hati kita.
Menyadari bahwa kita makhluk ciptaanNya dan juga pendosa, namun tetap dicintai Allah, maka dalam berdoa kita perlu merendahkan diri, sungguh menyesali dosa kita, sungguh percaya, jujur, tekun, dan dengan tulus hati, dan juga dengan sikap badan yang hormat (sesuai adat setempat).
Untuk doa baik sendiri maupun bersama, perlu menyediakan waktu khusus dan tempat yang baik, atau sakral, artinya dikhususkan bagi Allah
Gereja Menjadi Tanda Dan Sarana Keselamatan Bagi Semua Orang
Gereja ikut serta dalam karya penyelamatan Yesus Kristus melalui 4 kegiatan pokok, yaitu persaudaraan, pewartaan, ibadat, dan pelayanan, yang menjadi tanda dan keselamatan bagi semua orang.
Allah hadir dalam hidup manusia melalui Yesus Kristus, yang adalah Allah sendiri (Yoh 10:30). Yesus menjadi tanda kehadiran Allah yang utama dan paling sempurna, artinya melalui Dialah kita dapat mengenal Allah.
Allah juga hadir melalui para nabi dan peristiwa – peristiwa:
Penyeberangan Laut Merah (Kel 14:21 – 31)
Mukjizat air di padang gurun (Kel 17:1 – 17)
Penyeberangan Sungai Yordan (Yos 3:14 – 17)
Mukjizat – mukjizat Yesus
Yesus disebut sebagai Sakramen Utama atau Sakramen Allah, karena hanya melalui Dialah Allah menyelamatkan kita dan melalui Dia pula kita mengenal Allah dengan lebih baik.
Gereja disebut sebagai Sakramen Yesus Kristus atau Sakramen Dasar, karena di dalam Gereja, Yesus Kristus meletakkan dasar penyelamatan umat manusia, yakni persatuan manusia dengan Allah dan kesatuan seluruh umat manusia.
Gereja menjadi tanda kehadiran Yesus yang menyelamatkan melalui 4 kegiatan:
Persaudaraan iman (Koinonia)
Pewartaan (Kerygma)
Ibadat (Liturgia)
Pelayanan kemasyarakatan (Diakonia)
Sakramen Baptis
Sakramen Baptis merupakan tanda dan sarana yang mengungkapkan iman akan Yesus Kristus; dan dengan menerimanya orang menjadi anggota Gereja.
Yang termasuk Sakramen Inisiasi adalah:
Sakramen Baptis: diterima secara resmi sebagai anggota Gereja
Sakramen Krisma: diterima sebagai anggota Gereja yang dewasa dan diutus menjadi saksi Kristus
Sakramen Ekaristi (Komuni Pertama): diterima sebagai anggota Gereja secara penuh, dipersatukan dengan Tuhan Yesus Kristus dalam menyambut komuni, yaitu Tubuh dan DarahNya
Bertobat berarti meninggalkan cara hidup lama dan memasuki hidup baru (membangun kembali hubungan dengan Allah dan sesama.
Percaya berarti menerima dan mengakui Kerajaan Allah yang diberitakan Yesus itu, dengan harapan akan mengalami penyelamatan.
Dengan dibaptis, berarti kita bersatu dengan Tuhan Yesus Kristus dan memiliki semangat dan cita – citanya. Seluruh hidup, kegiatan, dan karya diperuntukkan bagi keselamatan banyak orang, seperti yang Yesus lakukan.
Sejumlah orang yang berperan dalam suatu upacara Pembaptisan:
Calon baptis/ katekumen
Jemaat
Petugas/ pelayan baptis
Wali baptis/ penjamin
Masyarakat umum
Pembaptisan dilakukan dengan menuangkan air suci di atas kepala calon baptis oleh Imam/Uskup sebanyak 3x, sambil mengucapkan: “(nama baptis) aku membaptis saudara demi nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus”. Kemudian mengurapi ubun – ubun orang yang dibaptis dengan minyak krisma, lalu memakaikan kain putih. Lalu penjamin memberikan lilin yang menyala dari Lilin Paskah dan diberikan kepada orang yang dibaptis.
Bila bayi dibaptis, maka orang tuanya bertanggung jawab atas pendidikan imannya, dan setelah dewasa, maka pembaptisannya diteguhkan ketika ia menerima Sakramen Krisma
Nama baptis diambil dari nama orang kudus yang dapat ditemukan dari buku Ensiklopedia Orang – orang Kudus, Puji Syukur, Kalender Liturgi, dan Kitab Suci.
Sakramen Ekaristi
Ekaristi merupakan perayaan iman jemaat dalam bentuk perjamuan sebagai ungkapan syukur dan kenangan atas kebaikan Allah yang menyelamatkan manusia berkat wafat dan kebangkitan Yesus.
Ekaristi merupakan Perjamuan syukur, yaitu ungkapan iman umat untuk bersyukur atas karya Yesus Kristus yang menyelamatkan, terutama dalam sabda dan karyaNya, khususnya terhadap mereka yang miskin, lemah, menderita, dan tersisih.
Ekaristi juga merupakan tanda ungkapan iman umat, yakni suatu tindakan mengenang karya keselamatan Yesus Kristus, yang tetap berlangsung sampai sekarang dan di masa mendatang.
Santo Paulus menyatakan bahwa Perayaan Ekaristi menjadi tanda dan sarana untuk membangun Gereja dalam semangat Kristus, yakni semangat pengorbanan demi keselamatan manusia.
Ketika menyambut Komuni, maka Imam akan berkata, “Tubuh Kristus”, dan kemudian jemaat menjawab, “Amin”
Amin berarti tanda kepercayaan bahwa Kristuslah Sang Roti kehidupan kekal, yang telah menyelamatkan umat manusia.
Syarat menyambut komuni adalah sudah dibaptis secara Katolik dan sudah menerima Sakramen Komuni Pertama, tidak memiliki dosa berat, satu jam sebelum menyambut harus pantang makanan dan minuman (kecuali air putih)
Para petugas Perayaan Ekaristi: Imam, misdinar, lector, prodiakon, wakil – wakil umat, dirigen, pemungut kolekte, dan penghias altar
Perlengkapan Ekaristi:
Amik: Kain linen berwarna putih, berbentuk bujur sangkar dg 2 tali pada 2 sudutnya. Dipakai Imam di bawah alba, lambing perlindungan terhadap setan.
Alba: jubah dari kain linen putih, dipakai Imam, panjangnya sampai batas kaki, pada pinggang diikatkan singel
Singel: tali putih pengikat alba, mengingatkan pada tali pengikat tangan Yesus ketika ditangkap di taman Zaitun dan ketika dicambuki sebelum disalibkan
Stola: selempang dari kain halus, warna sesuai dengan warna liturgi, sebagai tanda martabat yang mengenakan: diakon (dari bahu kiri bersilang ke bawah lengan kanan), imam (bersilang di depan dada), uskup (menjulur di depan langsung ke bawah dari bahu kiri dan kanan)
Kasula: pakaian upacara imam yang dikenakan di atas alba dan stola, warna sesuai warna liturgi
Piala misa: tempat anggur misa, terbuat dari logam mulia (emas), dilengkapi dengan paterna (piring kecil untuk hosti), senduk kecil (untuk mencampur air ke dalam anggur), palla (kain linen keras penutup piala misa dan paterna), korporale (kain linen segi empat, dibentangkan di altar sebagai alas piala), kain piala (kain untuk mengeringkan piala misa)
Sibori: piala dengan tutup, untuk menyimpan hosti. Bila hosti sudah dikonsakrir, sibori ditudungi kain setera putih/ keemasan yg disebut velum (tutup)
Hosti: roti bundar dari gandum murni tanpa campuran bahan lain, dalam konsekrasi dinyatakan sebagai Tubuh Kristus.
Anggur misa: dihasilkan dari buah anggur tanpa ramuan lain, dipesan dari para pengolah yang sudah disumpah, dalam konsekrasi dinyatakan sebagai Darah Kristus
Ampul: 2 gelas kecil, masing – masing untuk tempat air dan tempat anggur sebelum dituang ke dalam piala misa
Pedupaan: terdiri dari tempat membakar dupa dan tempat dupa. Dupa digunakan untuk mendupai Sakramen Mahakudus, altar dan salib, kurban persembahan, relikwi, dan umat yang menghadiri misa. Asap wangi yang membubung melambangkan doa dan persembahan Gereja ke hadirat Allah.
Sakramen Krisma
Sakramen Krisma merupakan tanda dan sarana yang mengungkapkan iman jemaat yang dijiwai oleh Roh Kudus, sehingga masing – masing anggota ikut bertanggung jawab dalam pengutusan menjadi saksi Injil Yesus Kristus, baik dalam jemaat maupun dalam masyarakat.
Sebelum kebangkitanNya, Yesus selalu dinaungi atau berhubungan dengan Roh Kudus, menunjukkan hubungan dasar antara manusia dengan Allah. Sebagai manusia, Yesus dibatasi oleh kemanusiaanNya, sehingga perlu bimbingan Roh Kudus agar hidupNya terarah kepada Allah, BapaNya, dan mampu menunaikan tugasNya.
Roh kudus dalam pembaptisan, mengarah ke dalam (Gereja)/ sebagai pintu, mengantar seseorang masuk ke dalam kesatuan Gereja. Dalam Krisma, Roh Kudus mengarah keluar (masyarakat luas), mengantar baptisan menjadi orang Kristen yang dewasa yang siap menunaikan tugasnya di tengah jemaat dan masyarakat.
Dengan menerima Sakramen Krisma, orang beriman diperkaya dengan daya kekuatan Roh Kudus yang istimewa, yang ditunjukkan dengan peristiwa “Roh Kudus pada hari Pentakosta diutus Tuhan Yesus Kristus memenuhi para rasul”
Inti perayaan Sakramen Krisma:
Pembaruan janji baptis
Penumpangan tangan
Pengurapan dengan minyak Krisma
Dengan berpegang pada bimbingan Roh Kudus, kita diutus untuk mengusahakan kesejahteraan hidup masyarakat, khususnya yang lemah dan menderita.
Para pelaku Sakramen Krisma: Bapak Uskup, Imam pembantu, wali krisma, salon Krisma, Umat paroki.
Syarat menerima Sakramen Krisma:
Sudah dibaptis dan belum pernah menerima Sakramen Krisma
Sudah dipandang dapat menggunakan akal budi nya
Dalam situasi bahaya/ darurat, misalnya bahaya kematian, boleh menerima tanpa persiapan menurut kebiasaan Gereja.
Sakramen Tobat
Sakramen Tobat merupakan tanda dan sarana yang mengungkapkan iman orang berdosa akan pengampunan Allah yang berbelas kasih dalam Gereja.
Penjelasan mengenai dosa, tobat, dan pengampunan (Luk 15:11 – 32)
Dosa berarti tindakan memutuskan hubungan dengan Allah
Pertobatan berarti sadar akan dosa dan kembali kepada Allah
Pengampunan berarti menerima orang berdosa yang bertobat dengan sukacita
Yesus memberi kuasa kepada Gereja untuk mengampuni dosa mereka yang bertobat dan percaya kepada Yesus Kristus (Kis 2:38, 3:19)
Membangun sikap rendah hati dengan menghayati hal – hal berikut:
Dosa selalu menghadang
Sesal dan tobat
Pengakuan dosa
Absolusi (pengampunan)
Penitensi (denda dosa)
Pelaku Sakramen Tobat:
Pemimpin Ibadat: yg mempersiapkan ibadat tobat
Bapa Pengakuan: imam
Peniten: orang yang mengaku dosa
Peniten masuk kamar pengakuan, berlutut, dan berkata:
“Bapa, berkatilah saya!
Saya mau mengakukan dosa – dosa saya kepada Allah yang Mahakuasa, kepada Bapa dan seluruh umat Allah yang kudus. Pengakuan saya yang terakhir …..hari/ minggu/ bulan/ yang lalu. Saya berbuat dosa dengan pikiran, perkataan, perbuatan, dan kelalaian, dan khususnya saya telah berbuat ………… saya menyesal  atas semua dosa saya, dan dengan hormat saya minta pengampunan serta penitensi yang berguna bagi perkembangan diri saya”
Biasanya Sakramen Tobat diberikan pada masa – masa tertentu seperti masa Adven dan masa Prapaskah, atau bila seseorang telah melakukan dosa yang besar.
Sakramen Pengurapan Orang Sakit
Sakramen pengurapan orang sakit merupakan tanda dan sarana yang mengungkapkan iman Gereja akan kerahiman Allah yang menyembuhkan dan menyelamatkan.
Bagi Yesus, dosa dan sakitnya seseorang tidaklah berkaitan. Yesus tetap menyembuhkan sebagai karya penyelamatan Allah.
Setiap kali Yesus menyembuhkan orang sakit, Ia berkata, “imanmu telah menyelamatkan engkau” (Luk 7:50), orang yang menerima Sakramen Pengurapan Orang Sakit akan diselamatkan berkat imannya dan iman Gereja.
Berkat Sakramen Pengurapan Orang Sakit, si sakit menerima:
Kekuatan dan penghiburan untuk mengalami penderitaannya dengan kesabaran dan ketabahan sebagaimana Yesus telah mengalaminya;
Pengampunan atas semua dosanya, baik dosa kecil maupun dosa besar, bila sudah tak mampu lagi menerima Sakramen Tobat;
Kekuatan berserah diri untuk memasuki hidup abadi;
Bila Tuhan menghendaki, ia menerima kesembuhan demi keselamatannya.
Buah – buah Sakramen Pengurapan Orang Sakit:
Menumbuhkan rasa solider di antara mereka
Menyadarkan mereka akan keterbatasan hidupnya, sehingga mereka terdorong untuk selalu berjaga – jaga
Kedekatan penderitaan si sakit dengan sengsara dan wafat Yesus menyadarkan mereka bahwa partisipasi dalam misteri sengsara, wafat, dan kebangkitan Yesus merupakan panggilan mereka juga.
Pelaku Sakramen Pengurapan Orang Sakit: Imam, si sakit, dan jemaat
Yang perlu diperhatikan adalah jangan sampai penerimaan sakramen ini ditunda sampai sakitnya bertambah “parah”, sehingga tidak dapat menghayatinya.
Sakramen Tahbisan
Sakramen Tahbisan merupakan tanda dan sarana yang mengungkapkan iman Gereja yang menempatkan seseorang dalam tugas kepemimpinan resmi hidup beriman umat.
Pada kisah Perjanjian Baru, Yesus Kristus adalah Tokoh sentral, Ia adalah seorang Pemimpin Umat atau Gembala, seorang Guru atau Pengajar, bahkan seorang Nabi Besar, yang memberitakan Kabar Gembira tentang kedatangan Kerajaan Allah, sekaligus seorang Imam Agung, yang mempersembahkan diriNya sebagai korban demi keselamatan umat manusia, dan seorang Pelayan Masyarakat, yang selalu siap sedia melayani orang – orang yang memerlukan pertolongan.
Yesus memberi kuasa kepada para Rasul untuk menjadi pemimpin umatNya (Gereja), yakni menjadi gembala, nabi/ guru, dan imam, serta menjadi pelayan masyarakat agar tercipta hidup yang damai sejahtera. Kepemimpinan mereka tergabung dalam Dewan Para Rasul yang diketuai oleh St.Petrus
Pengganti para Rasul adalah para Uskup, yaitu mereka yang menerima Sakramen Tahbisan/ “Sakramen Wisuda”, maksudnya dengan menerima Tahbisan, seorang pria Katolik secara resmi diangkat menjadi pemimpin Gereja, yang diutus untuk mempersatukan umat beriman, serta menciptakan damai sejahtera dalam kehidupan masyarakat.
Tahbisan Uskup dilakukan paling sedikit oleh 3 orang Uskup, dengan inti:
Calon Uskup berlutut di hadapan pentahbis. Para pentahbis menumpangkan tangan di atas kepala calon Uskup, lalu mengucapkan doa pentahbiskan Uskup.
3 macam tahbisan : Uskup, Imam, dan diakon
3 Kaul yang diucapkan para tertahbis: Selibat, Taat, dan Miskin.
Sakramen Perkawinan Dan Membangun Keluarga Katolik
Sakramen Perkawinan adalah persekutuan hidup dan cinta kasih suami istri yang diteguhkan oleh perjanjian nikah atau persetujuan pribadi yang tak dapat ditarik kembali, untuk membentuk keluarga kristiani.
Yesus menegaskan sifat perkawinan yaitu monogam, artinya bersifat tetap dan tertutup dan tidak dapat diceraikan oleh manusia.
Santo Paulus menggambarkan perkawinan sebagai rahasia besar, artinya kesatuan suami – istri berdasarkan rencana keselamatan Allah. Cinta Kristus kepada GerejaNya adalah dasar kesatuan suami – istri (Ef 5:22 – 30)
Sakramen Perkawinan diteguhkan dalam janji perkawinan, yang mengikat suami – istri untuk saling setia, sehidup semati, dan setia kepada Kristus.
Hakikat perkawinan adalah kebersamaan yang dibangun atas dasar cinta perkawinan dan diteguhkan dengan janji perkawinan.
Halangan – halangan perkawinan:
3 halangan yang berasal dari perkawinan itu sendiri:
Belum cukup umur (Kan. 1083)
Impotensi (Kan. 1084)
Ikatan perkawinan (Kan. 1085)
3 halangan berdasarkan hal agama:
Agama yang berbeda (Kan. 1086 dan 1124)
Tahbisan suci (Kan. 1078)
Kaul keperawanan (Kan. 1088)
3 halangan yang muncul dari dosa besar
Penculikan wanita (Kan. 1089)
Pembunuhan teman perkawinan (Kan.1090)
Kelayakan publik (Kan. 1093)
3 halangan berdasarkan persaudaraan
Hubungan darah (Kan. 1091)
Persaudaraan ipar, semenda (Kan. 1092)
Adopsi (Kan. 1094)
Dispensasi adalah kelonggaran yang diberikan Bapak Uskup demi kesejahteraan rohani umat dalam suatu kasus khusus, dan dengan ketentuan khusus.


Pewartaan Murid – Murid Yesus Kristus
Gereja Mewartakan Injil
Salah satu tugas pokok Gereja adalah mewartakan Injil Yesus Kristus, yang harus dilaksanakan oleh setiap anggota jemaat, demi keselamatan semua orang.
Perutusan Yesus, karya Yesus, tindakan Yesus harus dilanjutkan oleh murid – muridNya, oleh semua orang yag mengikuti Yesus (Yoh 20:21b)
Karena pentingnya bidang pewartaan, Gereja membutuhkan tenaga – tenaga terdidik secara khusus untuk dapat menangani pengembangan pewartaan secara lebih professional.
Kegiatan – kegiatan di bidang pewartaan dalam Gereja Paroki dan Gereja Lingkungan:
Kegiatan pembinaan untuk umat yang mau menerima sakramen: Baptis, Komuni Pertama, Krisma, Perkawinan, Pengakuan, Imamat, Pengurapan Minyak Suci
Kegiatan pembinaan iman umat: Sekolah minggu, Bina Iman Remaja, Bina Iman Muda – mudi, Pendalaman iman bapak/ ibu
Kegiatan pendampinagn iman untuk kelompok profesi: pembinaan iman para guru, buruh, dokter, dsb.
Mengenal Kitab Suci
Kitab Suci mengungkapkan pengalaman dan kesaksian iman umat akan Allah yang telah mewahyukan diri dan tertulis dengan ilham Roh Kudus
Wahyu merupakan tindakan Allah untuk mengkomunikasikan DiriNya secara pribadi.
Dalam memepersiapkan kedatangan Sang Wahyu, yaitu Kristus sendiri, Allah bersabda dengan perantaraan para nabi
Dalam mengarang Kitab – Kitab Suci itu, Allah memilih orang – orang yang digunakanNya, sementara mereka memakai kemampuan mereka sendiri, menuliskan yang dikehendakiNya. Oleh sebab itu, segala sesuatu yang dinyatakan oleh para penulis suci (hagiograf) yang diilhami, diakui sebagai pernyataan Roh Kudus, diterima sebagai Kitab Suci yang mengajarkan kebenaran dengan teguh dan setia tanpa kekeliruan.
Naskah Kitab Suci bukan buku sejarah/ Koran/ majalah, tetapi merupakan ungkapan iman, maka harus dibaca dengan kacamata iman, disertai dengan keterbukaan hati dengan memohon bantuan Roh Kudus agar berkarya dalam hati pada saat membaca hingga bisa berjumpa dengan Allah yang dialami oleh penulis.
Kisah Yesus dalam Kitab Perjanjian Baru selalu dihubungkan dengan Kitab Perjanjian Lama (Rm 15:4)
Menghayati Sabda Tuhan Dalam Kitab Suci
Dengan membaca Kitab Suci orang semakin mengenal dan dekat dengan Allah yang berfirman sehingga hidupnya terarah dan sesuai dengan kehendakNya.
Allah selalu hadir dalam setiap peristiwa hidup yang kita alami. Orang yang terbuka hatinya dalam mendengar sabda, akan mengalami perjumpaan dengan Allah sendiri, dan menemukan apa yang menjadi kehendak Allah
Alkitab merupakan kitab kepercayaan dan pengalaman umat Allah dalam segala macam keadaan dan situasi, yang menjadi pedoman dan pegangan bagi umat. Umat tanpa hentinya menghidupkan kembali dan menjabarkan apa yang tersirat dalam Kitab Suci
Melalui Kitab Suci, jemaat dapat tahu tentang kepercayaan sejati, bagaimana menanggapi karya penyelamatan Allah. Penghayatan jemaat atau Gereja Perdana memberi kesaksian bagaimana orang menghayati iman kepercayaan dalam hidup
Kesulitan yang ditemui selama membaca Kitab Suci dapat diatasi dengan saling tukar penghayatan/ pengalaman atas sabda yang didengar dalam acara – acara pendalaman Iman. Tersedia pula penjelasan – penjelasan yang disusun oleh para ahli dan diterbitkan oleh para penerbit Kristen Katolik
GEREJA
Pelayanan Kemasyarakatan Murid – murid Yesus Kristus
Gereja Yang Melayani
Gereja melibatkan diri dalam pelayanan terhadap kepentingan masyarakat untuk kesejahteraan semua orang terutama yang tersingkir dan menderita
Sikap Yesus yang menyamakan diri dengan yang paling hina (Mat 25:31 – 46), menjadi arah dari Gereja saat ini, yaitu terbuka terhadap keprihatinan semua umat manusia di dunia (Tujuan diadakannya Konsili Vatikan II)
Keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat, sebagai tempat pendidikan yang paking baik.
Tugas perutusan Gereja yaitu membangun dunia ini sesuai dengan kehendak Allah
Iman dan kehidupan sehari – hari tidak boleh dipisahkan, karena setiap orang Katolik adalah warga kota surgawi dan sekaligus duniawi, maka harus melaksanakan kewajiban  terhadap dua kota tersebut dalam semangat Injil. Setiap orang Katolik terpanggil untuk mengambil bagian secara aktif, baik dalam kehidupan Gereja maupun kehidupan masyarakat
Gereja Dan Masalah – Masalah Sosial
Gereja melihat masalah – masalah social secara mendalam dalam terang Injil untuk menumbuhkan kepekaan sosialnya dan menawarkan dialog serta kerja sama dengan semua orang yang berkehendak baik untuk mengatasi masalah – masalah sosial tersebut demi kehidupan bersama yang lebih adil dan manusiawi
Masalah sosial timbul karena adanya 2 pihak yang berbeda/ perbedaan derajat (kuat dan lemah). Selama masih ada orang yang menganggap dirinya berkuasa dan memandang orang lain lebih rendah dan dapat dijadikan sarana untuk mencari keuntungan, maka masalah sosial akan selalu timbul
Iman tanpa perbuatan adalah mati (Yakobus 2:14 – 18)
Ajaran sosial Gereja adalah ajaran resmi (mengikat), yang pokok – pokoknya dikemukakan oleh Gereja sebagai tanggapan terhadap masalah sosial dan bagian dari pokok ajaran iman Kristiani.
Menurut Sidang Agung Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI) – Umat, yang diselenggarakan pada 22 Oktober – 2 November 1995, ada 2 hal penting yang menjadi tugas perutusan kita yaitu mendukung kehidupan, memperjuangkan kebebasan umat manusia, dan keutuhan alam ciptaan.
Gereja Ambil Bagian Dalam Membangun Masyarakat Pancasila
Ambil bagian memperjuangkan terwujudnya nilai – nilai Pncasila merupakan medan penghayatan dan perwujudan iman Kristiani.
Bagi umat Katolik, pengamalan dan perjuangan Pancasila merupakan medan penghayatan iman. Gereja Katolik yakin bahwa Pancasila yang telah teruji dan terbukti keampuhannya dalam sejarah Republik kita ini, merupakan wadah kesatuan dan persatuan nasional, maka dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, umat Katolik menerima Pancasila sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945
Paham Gereja tentang agama lain, Konsili Vatikan II, dalam dokumen tentang Hubungan Gereja dengan Agama – agama Bukan Kristen, artikel 2, menyatakan:
“Gereja Katolik tidak menolak apapun, yang dalam agama – agama itu serba benar dan suci. Dengan sikap hormat yang tulus Gereja merenungkan cara bertindak dan cara hidup, kaidah – kaidah serta ajaran – ajaran, yang memang dalam banyak hal berbeda dari apa yang diyakini dan diajarkannya sendiri, tetapi tidak jarang toh memantulkan sinar Kebenaran, yang menerangi semua orang.” (NA 2)
Usaha yang dapat kita lakukan untuk membangun masyarakat Pancasila yaitu dengan menerapkan sikap adil terhadap sesama, menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban, serta menghormati hak – hak orang lain, menghindari bentuk kekerasan, pemerasan, pemborosan, gaya hidup mewah, serta sikap yang bertentangan dengan kepentingan umum.
Dasa Firman Allah
Dasa Firman Allah disampaikan kepada kita sebagai pedoman hidup. Berdasarkan pedoman itu, kita sebagai orang merdeka diingatkan agar dapat melaksanakan tugas setiap hari di tengah masyarakat secara bertanggung jawab, sehingga berkenan kepada Allah.
Pedoman bagi hidup bersama memegang peranan yang penting. Dengan adanya pedoman, orang masih mempunyai kemerdekaan untuk bertindak. Pedoman berperanan sebagai peringatan agar segala sesuatu yang dilakukan dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan kesepakatan bersama.
Agar hidup manusia dapat bahagia, Allah juga memberikan pedoman yang disampaikan lewat Musa. Pedoman itu disebut Sepuluh Firman Allah (Keluaran 20:1 – 17).
Rumusan Sepuluh Perintah Allah (PS No.6) berasal dari Santo Agustinus:
Akulah Tuhan Allahmu,
Jangan menyembah berhala, berbaktilah kepadaKu saja dan cintailah Aku lebih dari segala sesuatu.
Jangan menyebut nama Tuhan Allahmu, dengan tidak hormat.
Kuduskanlah hari Tuhan
Hormatilah ibu-bapamu
Jangan membunuh
Jangan berzinah
Jangan mencuri
Jangan bersaksi dusta tentang sesamamu manusia
Jangan mengingini istri sesamamu
Jangan mengingini milik sesamamu secara tidak adil.
Perintah pertama, kedua, dan ketiga menyangkut hubungan manusia dengan Allah dan sisanya menyangkut hubungan manusia dengan sesamanya.
Suara Hati
Suara hati merupakan kemampuan seseorang yang diberikan oleh Allah, untuk membedakan yang salah dan yang benar, yang baik dan yang jahat, serta membimbing orang untuk mengambil keputusan secara bertanggung jawab. (Tertulis dalam Konstitusi Pastoral tentang Gereja di dunia dewasa ini artikel 16)
Baca Lukas 14:28 – 32.
Tuhan Yesus menyarankan kepada kita agar mempertimbangkan dahulu sebelum mengambil suatu keputusan, baik dan buruk, benar dan salah, secara bebas dan tidak dipengaruhi orang lain, agar kita tidak salah pilih dan salah melangkah.
Kemampuan untuk membedakan yang salah dan yang benar dapat menjadi tumpul dan buta, jika kita terbiasa melakukan dosa. Bisa terjadi juga bahwa suara hati dapat sesat dan keliru, disebabkan karena ketidaktahuan yang tidak teratasi, kemungkinan karena pengaruh dari keadaan setempat. Maka suara hati perlu selalu dibina.
Iman dan suara hati berhubungan, bagi orang beriman keputusan suara hati berarti perwujudan iman. Tanggung jawab suara hati merupakan jawaban terhadap Allah.



Maria dan Hidup Kekal
Maria Teladan Orang Beriman
Kesediaan Maria dipilih menjadi Ibu Yesus menjadi teladan hidup orang beriman. Sebagai ibu Yesus, Maria diikutsertakan dalam karya penyelamatan Allah. Maria mempunyai peranan istimewa dalam kehidupan beriman Gereja, sehingga layaklah bila berkembang kebaktian kepadanya.
Maria adalah seorang perawan yang tinggal di Nazaret, daerah Galilea. Ayahnya bernama Yoakim dan ibunya bernama Anna. Kabar gembira disampaikan kepada Maria lewat Malaikat Gabriel (Lukas 1:26 – 38)
Orang yang berani menyerahkan hidupnya kepada kehendak Tuhan disebut orang beriman. Biarpun lemah dan tak berdaya, namun percaya bahwa Tuhan selalu mendampingi dan memberi kekuatan kepada kita.
Ibu Maria dan juga Elisabeth menjadi contoh orang beriman, karena mereka berani untuk pasrah akan kehendak Allah dan menjalani semuanya dengan percaya.
Kelahiran Yesus menjadi karya Allah, sebab Roh Kudus turun atas Maria. Roh Kudus sama dengan kuasa Allah. Karena Yesus adalah anak Allah, maka Maria mendapat kedudukan yang istimewa.
4 dogma tentang Maria:
Maria Bunda Allah (Mater Dei)
Maria adalah Perawan
Maria dikandung tanpa noda
Maria diangkat ke surga
Gelar Maria, Bunda Allah, diresmikan dan didogmakan oleh Konsili Efesus tahun 431, dan dirayakan setiap tanggal 1 Januari.
Kebaktian (devosi) kepada Bunda Maria yang paling pokok adalah doa Salam Maria. Dalam doa Rosario, Salam Maria didoakan sampai 150 kali. Jumlah 150 berasal dari jumlah Mazmur.
Gereja menganjurkan dengan sangat supaya kita melakukan kebaktian/ doa/ devosi dengan hati yang tulus dan bersumber pada iman sejati.
Hidup Kekal
Kita percaya akan kehidupan kekal sesudah kematian yang merupakan hidup baru penuh kebahagiaan dalam kesatuan dengan Allah. Kehidupan abadi bersama Allah adalah semata – mata anugerah Allah, bukan lebih – lebih karena jasa manusia.
Hidup kita sebagai manusia di dunia ini pasti akan berakhir pada kematian, yang menunjukkan ketidakberdayaan kita. Maka, kita perlu menyadari bahwa segala sesuatu yang kita lakukan di dunia ini bersifat terbatas dan fana, yang menjadi alasan bagi kita manusia untuk selalu berusaha hidup di hadapan Tuhan.
 Yesus berkata, “Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Yoh 14:6). Surga tidak lain adalah ikut dibangkitkan bersama Kristus, sehingga masuk surga berarti mengambil bagian dalam kemuliaan kebangkitan Kristus.
Neraka bukanlah tempat, melainkan suatu keadaan celaka dan terpisah dari Allah. Sebenarnya Allah tidak ingin manusia celaka atau terpisah dariNya, namun karena kebebalan hati manusia, ia memisahkan diri dari Allah, menolak cinta Allah, dan lebih memilih kejahatan, kedosaan.
Api pencucian adalah tahapan terakhir dalam proses pemurnian pada perjalanan kepada Allah. Pengadilan dialami sebagai siksaan dan juga pemurnian.
Doa untuk jiwa – jiwa yang berada dalam api pencucian adalah doa untuk orang yang pada saat kematiannya sebenarnya belum siap menghadap Tuhan.
Orang yang meninggal dalam persekutuan iman masih termasuk dalam persekutuan Gereja, maka sudah sewajarnya “persekutuan para kudus” juga dihayati dalam doa untuk saudara – saudara yang telah meninggal, yang masih dalam perjalanan menuju Tuhan.







Nama        :
Kelas        :

TES PENGETAHUAN
Allah Tritunggal
Suara Hati
Devosi kepada Bunda Maria yang paling pokok
Jangan Mencuri
Roh Kudus turun atas para Rasul
Peringatan Yesus wafat di Kayu Salib
Keseluruhan atau “umum”
Pokok – pokok iman Gereja
Sakramen Inisiasi
Pedoman hidup
Doa yang diajarkan Yesus kepada murid – muridNya
Maria adalah Bunda Allah, Perawan, dikandung tanpa dosa, dan diangkat ke surga
Salah satu perlengkapan Ekaristi
Meninggalkan cara hidup lama dan hidup dengan cara yang lebih baik
Rusak hubungan dengan Allah
Tempat perjanjian Allah dengan Musa yang ditandai dengan 2 Loh Batu
Yesus lahir
Yesus bangkit
Keadaan celaka dan terpisah dari Allah
Masa 4 minggu sebelum Natal

Pasangkan dengan pilihan di bawah ini!


A.    BERTOBAT
B.    SIBORI
C.    BAPTIS, KOMUNI, KRISMA
D.    NATAL
E.    ALLAH BAPA, ALLAH PUTRA, ALLAH ROH KUDUS
F.    HARI RAYA JUM’AT AGUNG
G.    NERAKA
H.    KATOLIK
I.    BERDOSA
J.    MEMBEDAKAN YANG BAIK DAN BURUK


Siapakah Yesus bagimu?
K.    PASKAH
L.    DOA ROSARIO
M.    MASA ADVEN
N.    HARI RAYA PENTAKOSTA
O.    GUNUNG SINAI
P.    DASA FIRMAN ALLAH
Q.    PERINTAH ALLAH KE – 7
R.    DOA BAPA KAMI
S.    SYAHADAT PARA RASUL
T.    4 DOGMA MARIA

Selasa, 03 April 2012

Panduan Tuguran Kamis Putih 2012


Mengenali dan menghadirkan wajah Yesus melalui Kisah


Salam dan tanda Salib:
P:    Saudara-saudari marilah kita awali tuguran malam ini dengan membuat tanda kemenangan Yesus Kristus Tuhan kita. Dalam Nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.
U:    Amin.
P:    Semoga damai Tuhan kita Yesus Kristus selalu beserta kita
U:    Sekarang dan selama-lamanya
Pengantar:
P:    Saudara-saudara yang terkasih,
    Malam ini kita bersama-sama hendak berjaga bersama Tuhan kita Yesus Kristus. Malam ini akan terasa panjang, sebab pada malam ini  Tuhan Yesus bersama para murid berdoa di taman Getsemani. Yesus berduka bukan karena Ia harus menderita, tetapi karena para murid tak kunjung memahami kehendak Yesus. Lewat bacaan Injil St Yohanes kita akan menghadirkan kembali kenangan  akan Yesus ini. Marilah  pada kesempatan ini kita rasakan secara lebih istimewa kekuatan cinta Yesus pada para muridnya dan ketaatan Nya pada Bapa Nya.Marilah kita siapkan hati kita.

( H e n i n g   s e j e n a k  )

Doa Pembuka:
P:    Allah Bapa yang maha kasih,
    Puji Syukur kami haturkan kehadiratMu Bapa, malam ini kami Engkau perkenankan untuk hadir di hadapan PutraMu Yesus Kristus yang kami kenangkan. Kami ingin belajar kembali untuk setia dan rendah hati sebagaimana PutraMu Yesus Kristus. Ijinkanlah kami untuk memperbaharui kembali janji kesetiaan kami yang sering kali sengaja atau tidak sengaja kami abaikan. Maafkanlah kami Ya Bapa atas segala kelemahan dan kekurangan kami. Sebab Engkaulah Bapa kami kini dan sepanjang segala masa .
U:    Amin.

(  H  e  n  i  n  g  )

Bacaan I : Yoh.16:16-33 (dibacakan secara hikmat / perlahan )

16.”Tinggal sesaat saja dan kamu tidak melihat Aku lagi dan tinggal sesaat saja pula kamu akan melihat Aku”.
17.Mendengar itu beberapa dari murid-Nya berkata seorang kepada yang lain : “Apakah artinya Ia berkata kepada kita :Tinggal sesaat saja dan kamu tidak melihat Aku dan sesaat saja pula dan kamu akan melihat Aku? Dan : Aku pergi kepada Bapa?”
18.Maka kata mereka: “Apakah artinya Ia berkata : Tinggal sesaat saja? Kita tidak tahu apa
maksudNya”.
19.Yesus tahu, bahwa mereka hendak menanyakan sesuatu kepadaNya, lalu Ia berkata kepada mereka : “ Adakah kamu membicarakan seseorang dengan yang lain apa yang Kukatakan tadi , yaitu : Tinggal sesaat saja dan kamu tidak melihat Aku dan tinggal sesaat saja pula dan kamu akan melihat Aku?”
20.Aku berkata kepadamu : Sesungguhnya kamu akan menangis dan meratap, tetapi dunia akan bergembira; kamu akan berduka cita, tetapi dukacitamu akan berubah menjadi sukacita.
21.Seorang perempuan berdukacita pada saat ia melahirkan, tetapi sesudah ia melahirkan anaknya, ia tidak ingat lagi akan penderitaannya, karena kegembiraan bahwa seorang manusia telah dilahirkan ke dunia.
22.Demikian juga kamu sekarang diliputi dukacita, tetapi Aku akan melihat kamu lagi dan hatimu akan bergembira dan tidak ada seorangpun yang dapat merampas kegembiraan dai padamu”.
23.Dan pada hari itu kamu tidak akan menanyakan apa-apa kepadaKu. Aku berkata kepadamu : sesungguhnya segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikanNya kepadamudalam namaKu”.
24.Sampai sekarang kamu belum maminta sesuatupun dalam namaKu. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu.
25.Semuanya ini Kukatakana kepadamu dengan kiasan. Akan tiba saatnya Aku tidak lagi berkata-kata kepadamu dengan kiasan, tetapi terus terang memberitakan Bapa kepadamu.
26.Pada hari itu kamu akan berdoa dalam namaKu. Dan tidak Aku katakana kepadamu, bahwa Aku meminta bagimu kepada Bapa,
27.sebab Bapa sendiri mengasihi kamu, karena kamu telah mengasihi Aku dan percaya, bahwa Aku datang dari Allah.
28.Aku datang dari Bapa dan Aku datang ke dalam dunia; Aku meninggalkan dunia pula dan pergi kapada Bapa.
29.Kata murid-muridNya : “Lihat, sekarang Engkau terus terang berkata-kata dan Engkau tidak memakai kiasan.
30.Sekarang kami tahu, bahwa Engkau mengetahui segala sesuatu dan tidak perlu orang bertanya kepadaMu. Karena itu kami percaya, bahwa Engkau datang dari Allah.”
31.Jawab Yesus kepada mereka : “Percayakah kamu sekarang?
32.Lihat saatnya datang, bahkan sudah datang, bahwa kamu dicerai-beraikan masing-masing ketempat sendiri dan kamu meninggalkan Aku seorang diri. Namun Aku tidak seorang diri, sebab Bapa menyertai Aku.
33.Semua itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai-sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.

(  H   E   N   I   N   G   P A N J A N G )

Doa Tanggapan:
P:    Marilah berdoa.
Ya Yesus Tuhan kami, sama seperti para murid, SabdaMu tidak mudah kami pahami. Tidak jarang kami kurang membuka hati kami dan hanya mengandalkan akal budi kami yang sempit ini. Juga dalam kesulitan-kesulitan yang lain, sering kali kami melupakan Engkau. Tidak jarang kami lari kepada hal hal yang lain. Maafkanlah kami Tuhan atas segala kelemahan kami ini.

(  H  e  n  i  n  g  )

Bacaan II : Yoh.17:1-26. (dibacakan secara hikmat / perlahan )
1.    Demikianlah kata Yesus. Lalu Ia menengadah ke langit dan berkata:” Bapa telah tiba saatnya; permuliakanlah AnakMu, supaya AnakMu mempermuliakan Engkau.
2.    Sama seperti Engkau telah memberikan kepadaNya kuasa atas segala yang hidup, demikian pula Ia akan memberikan hidup yang kekal kepada semua yang telah Engkau berikan kepadaNya.
3.Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.
4.Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesikan pekerjaan yang Engkau
berikan kepadaKu untuk melakukannya.
5.Dan sekarang, ya Bapa, permuliakanlah Aku padaMu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadiratMu sebelum dunia ada.
6.Aku telah menyatakan namaMu kepada semua orang, yang Engkau berikan kepadaKu dari dunia. Mereka itu milikMu dan Engkau telah memberikan mereka kapadaKU dan mereka telah menuruti firmanMu.
7.Sekarang mereka tahu, bahwa semua yang Engkau berikan kapadaKu itu berasal dari padaMu.
8.Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepadaKu telah Kusampaikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya. Mereka tahu benar-benar, bahwa Aku datang dari pdaMu, dan mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.
9.Aku berdoa untuk mereka. Bukan untuk dunia Aku berdoa, tetapi untuk mereka, yang telah Engkau berikan kepadaKu, sebab mereka adalah milikMu
10.dan segala milikKu adalah milikMu dan milikMuadalah milikKu, dan Aku telah dipermuliakan didalam mereka.
11.Dan Aku tidak ada lagi di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan Aku dating kepadaMu. Ya bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam namaMu, yaitu namaMu yang telah Engkau berikan kepadaKu, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita.
12.Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara merekadalam namaMu, yaitu namaMu yang telah Engkau berikan kepadaKu; Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorangpun dari mereka yang binasa selain dari dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci.
13.Tetapi sekarang, Aku dating kepadaMu dan Aku mengatakan semuanya ini sementara Aku masih ada di dalam dunia, supaya penuhlah sukacitaKu di dalam diri mereka.
14.Aku telah memberikan firmanMu kepada dunia dan dunia membenci mereka, karena mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia
15.Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil
mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melin-
dungi mereka dari pada yang jahat.
16.Mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia.
17.Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firmanMu adalah kebenaran.
18.Sama seperti engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia , demikian pula aku telah mengutus mereka ke dalam dunia .
19.Dan aku menguduskan diriku bagi mereka, supaya merekapun dikuduskan dalam kebenaran
20.Dan bukan untuk mereka ini saja aku berdoa , tetapi juga untuk orang – orang, yang percaya kepadaKu oleh pemberitaan mereka .
21.Supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam aku dan akudi dalam Enkau, agar mereka juga di dalam kita, supaya dunia percaya bahwa Engkaulah yang telah mengutus aku .
22.Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepadaKu, supaya mereka menjadi satu , sama seperti kita adalah satu .
23.Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu , bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku .
24.Ya Bapa, Aku mau supaya, di manapun Aku berada, mereka juga berada bersama-sama dengan Aku, mereka telah Engkau berikan kepadaKu, agar mereka memandang kemuliaanKu yang telah Engkau berikan kepadaKu, sebab Engkau telah mengasihi Aku sebelum dunia dijadikan.
25.Ya Bapa, yang adil, memang dunia tidak mengenal Engkau, tetapi Aku mengenal Engkau dan mereka kini tahu, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku;
26.dan Aku telah memberitahukan namaMu kepada mereka dan Aku akan memberitahukannya, supaya kasih yang Engkau berikan kepadaKu ada di dalam mereka dan Aku di dalam mereka.

(  H   E   N   I   N   G   )

Doa Tanggapan:
P:    Marilah berdoa.
    Terima kasih ya Yesus atas doa yang Kau peruntukkan bagi kami para muridMu. Semoga kami semakin sadar bahwa Engkau sangat mengasihi kami. Banyak rahmat yang Engkau curahkan  bagi kami dalam rupa-rupa karunia, sering kurang kami syukuri. Menjelang wafatMu Engkau masih berkenan mengampuni para pembunuhMu. Tuhan Maafkanlah kami bila kami kurang berani mengambil resiko menjadi saksiMu dalam kehidupan kami sehari hari.

Doa Penutup:
P:    Syukur ya Yesus, Engkau telah memperkenan kan kami untuk belajar berjaga-jaga dan siap sedia. Semoga kami semakin berani berjaga dan siap sedia bagi sesama kami, terlebih mereka yang kecil dan lemah. Terpujilah Engkau kini dan sepanjang segala masa.
U:    Amin.
Berkat  ( bukan untuk kelompok yang terakhir )
P:    Tuhan beserta kita
U:    Sekarang dan selama-lamanya
P:    Semoga segala usaha kita untuk mengenali dan menghadirkan wajah Yesus dalam kehidupan sehari senantiasa dibimbing oleh berkat Allah yang mahakuasa.
    Demi Nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus
U:    Amin
Berkat Sakramen Mahakudus:
( Untuk kelompok tuguran yang terakhir. )
Imam / Diakon memberi berkat dengan mengguna kan Sakramen Mahakudus dalam Monstran . Sementara itu para misdinar mendupai. Semua dalam keheningan )
Lagu Tantum Ergo ( PS.501 bait 5&6)
    Tantum ergo Sacramentum
    Veneremur cernui :
    Et antiquum documentum
    Novo cedat ritui;
    Praestet fides supplementum
    Sensuum defectui
    Genitori, Genitoque
    Laus et iubilatio,
    Salus honor, vertus quoque
    Sit et benediction,
    Procedenti ab untroque
    Camper sit laudatio.  Amen